PT Astra Honda Motor (AHM) tengah bersiap mencetak sejarah besar di industri otomotif tanah air. Memasuki usia ke-55 tahun di Indonesia, pabrikan berlogo sayap mengepak ini menargetkan total produksi kumulatif mencapai angka 100 juta unit motor.
"Kita di Indonesia ini juga sudah 55 tahun, dan mudah-mudahan tahun ini kita diberkahi bisa mencapai, bisa memberikan mobilitas buat konsumen di Indonesia itu 100 juta unit motor selama 55 tahun," kata Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM), Thomas Wijaya di Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
Baca juga: Segini Harga 10 Mobil Terlaris di Indonesia |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata dominasi dan kepercayaan konsumen Indonesia terhadap Honda selama lebih dari setengah abad. Thomas menambahkan dalam 15 tahun terakhir, pihaknya terus jor-joran melakukan ekspansi dan pengembangan produk dengan nilai investasi menyentuh angka puluhan triliun rupiah.
Investasi besar ini difokuskan untuk mengembangkan teknologi dan produk-produk sepeda motor yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, mulai dari era motor bebek hingga dominasi skutik saat ini.
"Kemudian juga dalam masa 15 tahun ini, tentu investasi yang kita juga lakukan juga sudah ada puluhan triliun, mungkin nggak bisa saya sebutkan angka exact-nya, tapi sudah puluhan triliun selama 15 tahun ini kita juga investasikan untuk mengembangkan produk-produk sepeda motor di Indonesia," ujar Thomas.
Besarnya skala industri sepeda motor ini bisa menimbulkan efek domino yang positif bagi perekonomian nasional. Selain memastikan ketersediaan suku cadang dan kualitas produk, ekosistem ini juga menjadi penggerak roda ekonomi di berbagai daerah, terutama dalam hal penyerapan investasi dan penyediaan lapangan kerja bagi ratusan ribu orang di sektor manufaktur.
"Di sisi lain tidak hanya investasi, tapi juga kita punya perusahaan tier satu itu 220 lebih perusahaan di tier satu. Tier dua, tier tiga itu sampai dengan 1.000 perusahaan," terang dia.
"Belum lagi kita punya jaringan main dealers, dealers, lembaga pembiayaan, transporter, bahkan juga asuransi dan sebagainya. Dan itu sudah 600 sampai 700 ribu karyawan ataupun orang yang terlibat dari semua ekosistem, dari komponen," ujar Thomas.
(riar/rgr)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?