Selasa, 12 Mar 2019 16:15 WIB

Bengkel Harley di Semarang Ini Pernah Tangani Motor Gibran

Aji Kusuma - detikOto
Foto: Aji Kusuma Foto: Aji Kusuma
Semarang - Keahlian Dondi Arief sebagai teknisi motor gede (moge) khususnya Harley-Davidson boleh dibilang sudah mumpuni. Sebab dalam sejarah perjalananya, pria yang berasal dari Wonosobo itu telah bertahun-tahun "mengenyam pendidikan" sebagai teknisi Harley-Davidson Mabua Indonesia.

"Awalnya lulus kuliah pada 2006, itu ya biasalah cari kerja ke sana ke mari. Nah 2008 itu saya dapat panggilan untuk kerja di Mabua Harley-Davidson Indonesia dan ditempatkan di Semarang sampai awal 2016," jelas Dondi kepada detikcom, Selasa (12/03/2019).

Ia bercerita mendapatkan banyak pengalaman selama 8 tahun bekerja di Mabua. Bahkan jika dealer itu masih beroperasi di Indonesia, Dondi mengaku mungkin masih betah bekerja di sana.



"Saya belajar dari nol di Mabua. Sebagai dealer resmi Harley saat itu, Mabua sangat memperhatikan skill setiap teknisi. Saya beberapa kali dikirim ke luar negeri untuk meningkatkan kemampuan baik hardskill maupun softskill," ujar Dondi.

"Saya belajar mulai dari junior sampai expert, semuanya ujian dilakukan di Singapura, sebab waktu itu homebase Mabua untuk Asia Tenggara ada di sana, sampai sebelum akhirnya pindah di Bangkok. Saya berhenti bekerja di Mabua karena 2016 itu Mabua sebagai dealer Harley menutup semua kantor dan bengkelnya di Indonesia," imbuhnya.

Bengkel Harley di Semarang Ini Pernah Servis Motor GibranFoto: Aji Kusuma


Selepas bekerja di Mabua, Dondi memulai membuka bengkel Harley di rumahnya yang beralamat di Perumahan Pesona 2 RT 6 RW 3, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Saat ini sudah lebih dari tiga tahun usia bengkel Dondi, ia menceritakan kebanyakan pelanggannya tak mengira jika bengkelnya berada di tengah perkampungan.

"Ya siapa yang mengira ada bengkel di sini, di tengah kampung begini. Tetapi ya namanya rejeki pasti sudah ditakar dan tidak mungkin salah alamat. Saya juga ada keinginan membuat bengkel yang besar, tetapi kan itu butuh proses," ungkap pria yang berhasil menamatkan studi Teknik Mesin di UMY pada 2006 silam itu.



Dondi mengakui sejauh ini selain melalui media sosial instagram untuk promosi, mayoritas pelangganya mendapat rekomendasi dari mulut ke mulut. Dalam hal ini ia merasa beruntung karena melalui hasil kerja optimalnya, ia juga mendapat keuntungan promosi.

"instagram saya @dondi_arief atau googling di google maps Dondi HD Garage begitu juga pasti ketemu. Biasanya setelah konsultasi by phone, saya segera kirim mobil untuk mengangkut Harley yang akan dibenahi," jelas Dondi.

Belum lama ini Dondi kedatangan pelanggan istimewa untuk membenahi moge di bengkelnya. Bagi Dondi, ini sebuah peristiwa menarik sebab ia dipercaya mengerjakan salah satu koleksi motor Gibran Rakabuming putra Presiden Joko Widodo.

Bengkel Harley di Semarang Ini Pernah Servis Motor GibranFoto: Aji Kusuma


"Motor Royal Enfield Classic 500 Mas Gibran, minggu lalu baru selesai kami tangani. Awalnya nggak tahu kalau Mas Gibran, saat saya tanya nama, dia cuma nyebut dapat rekomendasi dari teman saya, nah setelah saya konfirmasi ke teman saya, baru diberi tahu kalau itu pesan dari Mas Gibran," ungkap Dondi.

Dalam menangani moge, Dondi tak mau sembarangan. Baginya segala hal teknis itu sudah memiliki aturan paten. Sehingga ia selalu merujuk pada aturan Harley Davidson USA tiap kali hendak bekerja.

"Saya membeli buku dan update ilmu juga via web HD (Harley-Davidson) USA. Ya intinya jangan sampai ketinggalan dan nggak asal main ngakalin aja, malah saya nggak mau ngakalin, karena ini sudah diatur, dan itu ada perhitungannya makanya saya juga selalu memberi tahu pelanggan tentang hal ini, hitung-hitung nambah pengetahuan juga bagi para pengendara Harley," ungkap Dondi.



Lama pengerjaan Harley di bengkel Dondi membutuhkan waktu minimal satu hari hingga kadang berbulan-bulan. Hal ini bergantung tingkat kesulitan perbaikan masing-masing unit.

"Kalau yang fast moving seperti ganti ban, ganti kampas atau kerusakan ringan ya paling 1-2 hari. Namun kalau rebuild atau mengembalikan Harley ke performa original bisa berbulan-bulan, karena harus teliti dan menyusun kembali part sesuai settingan terbaiknya," jelas Dondi.

Meski bengkel Dondi berada di rumah, alat yang ia gunakan sudah sesuai standard. Bahkan dua tahun lalu, Dondi membeli software scanning yang langsung diimpor dari Harley-Davidson USA.

"Scannning itu dulu beli Rp 35 juta, kalau update setiap ada produk baru itu sekitar Rp 3 jutaan. Nah kadang itu yang membuat tarif servis agak mahal, tetapi semahalnya tarif di sini hitunganya masih murah kok, karena bagi saya setiap pengendara Harley itu saudara. Okelah saya cari nafkah di sini, tetapi mengendarai dan berkomunitas dengan sesama pemilik Harley itu juga passion saya," tandas Dondi. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed