Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, Sahat Manalu, mengatakan untuk dapat membeli kuda besi impiannya, ia perlu menabung hingga bertahun-tahun lamanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang Harley-Davidson adalah segmentasi motor hobi, bukan untuk sebagai kendaraan mobilitas sehari-hari.
Kebanyakan pemilik Harley tidak membelinya sebelum kebutuhan primernya cukup. Sahat berpesan untuk bisa memilikinya adalah bagaimana mengelola keuangan dan gaya hidup.
"Saya 10 tahun menabung, pertama beli rumah, baru beli mobil setelah itu beli motor Harley," kata Sahat.
"Jadi jika dibilang penghasilan biasanya yang punya Harley sudah cukup dulu (kondisi kebutuhan primer dan keuangan) baru punya motor, kalau disisihkan gajinya buat motor Harley kayaknya jarang. Itu namanya maksa," ucap dia. (riar/rgr)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!