Usul Motor Masuk Tol, Kampanye Sambil Jual Peti Mati?

Usul Motor Masuk Tol, Kampanye Sambil Jual Peti Mati?

Ridwan Arifin - detikOto
Sabtu, 02 Feb 2019 12:14 WIB
Usul Motor Masuk Tol, Kampanye Sambil Jual Peti Mati?
Motor masuk tol di Eropa Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Road Safety Association (RSA) tidak sependapat dengan usulan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo untuk memperbolehkan sepeda motor masuk ke jalan tol. Menurutnya pemerintah lebih baik fokus kepada pembangunan transportasi publik.

"Pendapat kami, pertama kami akan menolak. Dengan infrastruktur jalan tol pada saat ini tidak memungkinkan dimasuki kendaraan roda dua," buka Badan Kehormatan RSA, Rio Octaviano kepada detikOto.

"Kalau masih dipaksa, berarti pemerintah harus membuat jalur khusus sepeda motor, kenapa? Contoh mudahnya saja, saat kita melewati fly over di daerah Daan Mogot, mobil yang lebih cepat melewati sepeda motor, itu biasanya motor akan goyang, jadi yang harus dipahami adalah motor merupakan kendaraan yang paling tidak balance," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Rio mengungkapkan hal yang wajib diperhatikan bahwa angka penyumbang kematian pada kendaraan roda dua masih terbilang tinggi. Lebih baik pemerintah fokus untuk perbaikan transportasi publik.

"Motor masuk tol ya dibuat infrastruktur dan aturannya tapi kan itu tidak mudah. Sekedar informasi angka kematian kita masih di angka 31 ribu di tahun 2018, dan 70 persen penyumbang kematian itu adalah pengguna sepeda motor," ungkap Rio.

"Pejabat-pejabat mengeluarkan statement seperti itu, saya khawatir dia kampanye dengan menjual peti mati," tutur Rio.

Rio mengatakan kalaupun dibuatkan lajur khusus sepeda motor, dengan kondisi jalan tol di Indonesia saat ini dirasa kurang memadai.

"Kalau infrastrukturnya mendukung maka harusnya tidak menjadi masalah, tetapi perlu dilihat juga volume dari jalan tol itu sekarang berapa berbanding dengan kendaraan, kalau harus dikecilkan lagi (tambah jalur khusus motor) apa tidak menambah kemacetan?," tutur Rio. (riar/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads