Pelajaran dari Pengemudi Mobil Ribut-ribut Gegara Klakson

Pelajaran dari Pengemudi Mobil Ribut-ribut Gegara Klakson

Ridwan Arifin, Muchamad Sholihin - detikOto
Selasa, 19 Mei 2026 10:20 WIB
Unrecognizable sad woman and man in silhouette.  Relationship problems concept.
Ilustrasi berkelahi Foto: Getty Images/simarik
Jakarta -

Viral di media sosial, pengemudi mobil ribut-ribut gara-gara klakson. Peristiwa ini terjadi di Jalan Alternatif Cibubur-Cileungsi, Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Dalam video dilihat detikcom, tampak sopir terlibat keributan dengan seorang pria di pinggir jalan raya. Pria itu tampak terus mengamuk dan memaki sopir yang tetap duduk di kursi pengemudi.

Pria dalam video tampak sempat beberapa kali mengarahkan pukulannya ke sopir. Pria itu juga sempat merusak wiper dan spion sebelah kanan mobil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video viral, pria di luar mobil terus berteriak dan sempat mengatakan akan menembak sopir. Rekaman video itu kemudian berakhir dengan tayang sopir meninggalkan pria yang memukulnya dan melanjutkan perjalanan.

ADVERTISEMENT

Diberitakan detikNews sebelumnya, Kapolsek Gunung Putri Kompol Aulia Robby Kartika Putra membenarkan peristiwa dalam video viral. Robby menyebut, korban pemukulan dalam video viral sudah membuat laporan polisi (LP).

"Iya sudah (lapor polisi). (Pelaku) Masih lidik," kata Robby ketika dimintai konfirmasi, Senin (18/5/2026).

Robby menyebut, keributan berujung pemukulan dan perusakan mobil terjadi di Jalan Alternatif Cibubur, Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, pada Minggu (17/5) sekitar pukul 00.33 WIB. Pelaku turun dari mobil dan langsung memukul korban dan merusak mobilnya.

"Pelapor melihat pelaku turun dari kendaraannya seorang diri dan langsung melakukan penganiayaan dan perusakan. Dengan cara pelaku memukul kepada pelapor menggunakan tangan kanan mengepal sebanyak dua kali, secara kencang ke arah bibir pelapor. Kemudian (pelaku) memukul kembali ke arah rahang sebelah kanan pelapor sebanyak dua kali," kata Robby.

"Kemudian pelaku melakukan perusakan terhadap satu unit mobil yang pelapor kendarai, dengan cara memukul spion sebelah kanan sebanyak tiga kali, kemudian mematahkan wipper depan sebelah kanan, dan juga menendang pintu depan sebelah kanan sebanyak satu kali dan menendang bumper belakang mobil sebanyak satu kali," imbuhnya.

Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menjelaskan, klakson di kendaraan berfungsi sebagai alat komunikasi. Komunikasi yang dimaksud untuk memberitahu pengguna jalan lain atas adanya bahaya di jalan atau untuk mengisyaratkan adanya perubahan aktivitas berkendara yang akan dilakukan, sehingga fungsi klakson ini hanya dimaksudkan untuk meminimalisir risiko berkendara.

"Fungsi sebenarnya klakson itu untuk berkomunikasi. Berkomunikasi di sini dimaksudkan untuk memperingatkan adanya bahaya, kemudian juga saat kita mau mengubah aktivitas berkendara, seperti dari berhenti kemudian berjalan," jelas Sony belum lama ini.

Sony mengingatkan bahwa dalam membunyikan klakson, juga terdapat etikanya tersendiri. Etika yang perlu diperhatikan oleh pengendara ini berkaitan dengan lokasi dan juga intensitas suara yang dihasilkan.

"Jadi jangan sedikit-sedikit klakson. Tapi, selama kita mau memperingatkan adanya bahaya, boleh saja kita membunyikan klakson," tambah dia.

Menurut laman defensive driving, klakson adalah alat komunikasi antar-pengendara yang bertujuan untuk keselamatan, bukan untuk meluapkan kemarahan. Pengendara sangat dilarang membunyikan klakson secara berlebihan, terutama saat sedang terburu-buru di tengah kondisi jalan raya yang padat.
Berikut adalah 4 situasi yang memperbolehkan Anda menggunakan klakson secara bijak:

1. Menjaga Jarak Aman dari Pengemudi Lain

Apabila ada pengendara lain yang hendak memotong atau mengambil jalur Anda dengan posisi yang membahayakan, Anda dibenarkan membunyikan klakson. Fungsinya adalah sebagai isyarat darurat untuk memberi tahu keberadaan posisi mobil Anda demi menghindari benturan.

2. Memasuki Area Titik Buta (Blind Spot)

Saat Anda hendak melewati tikungan tajam atau area jalan yang pandangannya terhalang oleh objek tertentu (seperti pohon atau bangunan), bunyikan klakson sebagai penanda bagi kendaraan dari arah berlawanan yang tidak terlihat.

3. Menyalip Kendaraan Lain

Klakson dapat digunakan sebagai isyarat saat Anda ingin mendahului kendaraan di depan. Namun, jangan pernah membunyikannya secara terus-menerus, karena hal tersebut sangat mudah memancing emosi pengendara lain.

4. Memberi Peringatan kepada Pejalan Kaki

Jika ada pejalan kaki yang menghalangi jalan atau berjalan terlalu dekat dengan mobil Anda, klakson boleh digunakan jika memang sangat dibutuhkan. Caranya, cukup tekan sekali dengan nada yang singkat dan pelan agar pejalan kaki tidak kaget atau merasa terintimidasi.

Saksikan Live DetikPagi:




(riar/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads