Selasa, 20 Nov 2018 07:05 WIB

Cara Ini Lebih Efektif Turunkan Kecelakaan Motor daripada ABS

Luthfi Anshori - detikOto
Ilustrasi rem ABS Foto: Agung Pambudhy Ilustrasi rem ABS Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menginginkan agar motor yang dijual di Indonesia sudah dibekali teknologi Antilock Braking System (ABS). Artinya, baik motor besar maupun motor mesin kecil di bawah 150 cc ke depan wajib punya fitur ini.



Dengan penggunaan fitur ABS, diharapkan tingkat kecelakaan motor bisa turun. Seperti diungkap hasil studi Universitas Indonesia belum lama ini, ABS bisa mengatasi 76 persen penyebab kecelakaan kendaraan bermotor di Indonesia.

Meski kebijakan ini punya tujuan baik, pakar keselamatan berkendara JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting) Jusri Pulubuhu menilai kebijakan penggunaan ABS ini tidak akan signifikan di motor bermesin 150 cc ke bawah.

Menurut Jusri, motor kecil di Indonesia belum butuh ABS karena karakter jalan di Indonesia sifatnya masih stop and go. Artinya, pemotor sering melewati jalanan macet, sehingga motor hanya dipacu dalam kecepatan rendah dan menengah.



Faktor lainnya adalah karena banyaknya pemotor di Indonesia yang masih rendah tingkat kesadarannya untuk disiplin di jalan raya. Inilah yang menurut Jusri jadi sebab utama kecelakaan motor di Indonesia.

"Masih banyak pengendara motor yang sering menerobos lampu merah, menyalip kendaraan pada posisi blind spot, bermotor sambil mengoperasikan gadget, dan luput menyalakan lampu sein saat ingin masuk jalan besar atau ketika ingin menyeberang," terang Jusri.

Menurut Jusri, cara paling efektif menurunkan angka kecelakaan motor adalah dengan banyak-banyak menyosialisasikan keselamatan berkendara kepada para bikers di Indonesia.

"Sosialisasi keselamatan berkendara motor ini harus gencar dilakukan pemerintah, pabrikan motor, maupun dalam lingkup keluarga. Ini lebih efektif menurunkan tingkat kecelakaan dibanding mewajibkan teknologi ABS di motor kecil," terang Jusri.



Pemerintah berkewajiban memperbanyak media sosialisasi keselamatan berkendara motor. Hal ini juga perlu dilakukan para Agen Pemegang Merek (APM) motor sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya.

Sementara dari lingkup keluarga, sosialisasi bisa diberikan dengan cara selalu mengingatkan anggota keluarga untuk berkendara aman menggunakan perangkat safety riding (helm, jaket) dan tidak memberikan izin kepada anggota keluarga yang masih berusia di bawah 17 tahun untuk mengendarai motor. (lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com