Sebagian Besar Kecelakaan Motor Bukan karena Tidak Pakai ABS

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 19 Nov 2018 20:24 WIB
Ilustrasi motor dengan rem ABS Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Kementerian Perhubungan berencana mewajibkan penggunaan fitur rem ABS (Antilock Braking System) pada produk sepeda motor yang dijual di Tanah Air. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kecelakaan motor di jalan raya.



Wacana penerapan kebijakan ini pun didukung riset Universitas Indonesia yang mengatakan, kecelakaan motor bisa dikurangi jika ABS diterapkan di motor, khususnya motor dengan mesin 150 cc ke bawah.

Seperti pernah diungkap oleh Kepala Laboratorium Transportasi, Teknik Sipil, Universitas Indonesia, Tri Tjahjono, teknologi ABS bisa meredam kecelakaan atas kendaraan bermotor sampai 27 persen, atau diperkirakan 76 persen penyebab kecelakaan di Indonesia bisa teratasi.

Meski tujuannya baik, pakar instruktur safety riding dari JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting) Jusri Pulubuhu tidak setuju dengan pendapat atau hasil riset tersebut.

Menurut Jusri, sebagian besar kecelakaan yang melibatkan pengguna motor di Tanah Air bukan karena absennya fitur ABS di motor, tapi karena perilaku tidak disiplin.

"Saya kurang setuju rem ABS harus diterapkan dengan alasan banyaknya kecelakaan motor karena tidak menggunakan fitur itu. Sebab kecelakaan motor di Indonesia sebagian besar disebabkan perilaku tidak aman," kata Jusri kepada detikOto melalui sambungan telepon, Senin (19/11/2018).



Apa yang dimaksud perilaku tidak aman? "Banyak misalnya, pengendara motor yang sering menerobos lampu merah, menyalip kendaraan pada posisi blind spot, dan luput menyalakan lampu sein saat ingin masuk jalan besar atau ketika ingin menyeberang," terang Jusri.

Sementara itu, menurut Jusri motor kecil di Indonesia belum butuh ABS karena karakter jalan di Indonesia sifatnya masih stop and go. Artinya, pengguna motor sering melewati jalanan macet utamanya yang tinggal di kota-kota besar, sehingga motor dipacu dalam kecepatan rendah dan menengah.

Sementara untuk pemotor yang tinggal di wilayah pedesaan, harus menghadapi jalan rusak atau tidak rata. Jadi sistem ABS di motor tidak akan berfungsi maksimal.

Fitur rem ABS sendiri menurut Jusri lebih cocok diterapkan ke motor berkapasitas mesin besar, khususnya mulai 250 cc ke atas.

"ABS sendiri lebih cocok digunakan di motor-motor dengan kapasitas mesin besar. Mulai 250 cc ke atas. Karena dari segi bobot dan momentum pengereman, motor besar lebih butuh fitur yang mencegah roda mengunci," pungkas Jusri.

Lihat juga video aneka fitur keamanan di motor dan mobil

[Gambas:Video 20detik]

(lua/lth)