PT Astra Honda Motor (AHM) menilai sebenarnya penyematan ABS, tergantung kondisi infrastruktur dan kebiasaan konsumen Indonesia. Honda menilai untuk mesin berkubikasi kecil (150 cc ke bawah) belum saatnya.
"Kalau kita lihat itu mesti dikaji dari beberapa hal, satu dari sisi infrastruktur di Indonesia, kemudian kedua dari sisi habbitnya (kebiasaan) kostumer kan kalau kita lihat di Indonesia banyak pemakai motor itu stop n go, dalam arti tidak dalam high speed selalu konsisten, misalnya 100 km terus," ucap Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"ABS cukup berlebihan kalau itu di dalam kondisi jalanan infrastruktur dan perilaku konsumen yang masih stop n go seperti itu," kata Thomas
"Sebenarnya untuk menyesuaikan untuk cc mesin yang kecil atau medium, kita melihat belum diperlukan ABS karena sudah ada fitur CBS, Combi Brake, Idling Stop, kemudian Brake Lock juga, itu sudah cukup dari sisi safety," lanjut Thomas.
Sebelumnya, Kepala Laboratorium Transportasi, Teknik Sipil, Universitas Indonesia, Tri Tjahjono memaparkan dengan menyematkan teknologi Anti-lock Braking System atau ABS, kecelakaan atas kendaraan bermotor bisa teredam sampai 27 persen. Bila diterapkan, diperkirakan 76 persen penyebab kecelakaan di Indonesia bisa teratasi.
Tonton juga 'Generasi Baru Skuter Matik Honda, Seperti Apa?':
(riar/dry)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan