Selasa, 06 Nov 2018 07:52 WIB

Sering Mencuci Helm? Ini Dampaknya

Rizki Pratama - detikOto
Cuci helm. Foto: detikOto
Jakarta - Tak ada yang abadi di dunia ini. Ungkapan tersebut berlaku juga berlaku pada helm yang digunakan setiap anda mengendarai sepeda motor. Sebagus apapun helm yang anda miliki pasti memiliki umur tertentu yang kondisinya tidak sebagus saat pertama kali dibeli.

"Di Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI) 2-3 tahun. Sebagus-bagusnya jika digunakan pasti akan habis juga umurnya," terang Teknikal Direktur NHK, Johanes Cokrodiarjo yang ditemui detikoto di booth NHK pada ajang Indonesian Motor Show (2018).


Kurangnya tingkat keamanan helm seiring dengan penggunaan menjadi hal yang tidak bisa dihindari apalagi tidak dirawat dengan baik. Hal yang paling sering ditemui oleh helm yang sudah berusia satu tahun pemakaian adalah busa mulai menipis.

"Setelah setahun biasanya yang terjadi adalah busa mengempot, kasar, dan helm tidak semantap waktu pertama pakai. Kelonggaran itu akan mengganggu kenyamanan berkendara," ungkap Johan.

Untuk mengatasi hal tersebut sejumlah pembuat helm sudah menyediakan sparepart helm yang bisa dganti jika mengalami kerusakan.

"Untuk mengatasinya bisa ganti interior yang baru. Tapi kalau emang helm terus berkembang dan ada terobosan baru lebih baik langsung ganti helmnya," saran Johan.

Faktor kebersihan juga menjadi ironi dalam perawatan helm, jika tidak dicuci tentu akan semakin kotor dan berpotensi menimbulkan penyakit sedangkan jika sering dicuci akan mempercepat kerusakan interior helm.


"Helm dicuci ada efeknya. Semakin dicuci akan bikin kendor. Helm itu barang indoor it's not mean to be wash, tapi tentu ini perlu karena faktor higienis. Jika semakin sering dicuci ada baiknya diganti," tambah Johan.

Johan juga mengingatkan kepada pemilik helm untuk menjaga helmnya selalu dalam kondisi kering jika tidak digunakan.

"Setelah dipakai helm harus dikeringkan jangan sampai kotor. Jangan simpan helm dalam kondisi basah karena bisa jamuran apalagi saat kondisi hujan akan rawan basah." (rip/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com