BMW mengumumkan recall terhadap 575 ribu unit mobilnya di berbagai negara. Recall ini terkait masalah pada sistem starter. Mobil-mobil BMW yang beredar di Indonesia terdampak dalam recall tersebut.
Recall ini bersifat global dan berbasis VIN (Vehicle Identification Number), artinya tidak semua unit dari model terkait otomatis terdampak.
Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'Tania, mengatakan BMW Group Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan standar keselamatan, kualitas, dan pengalaman berkendara terbaik bagi seluruh pelanggan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejalan dengan pemantauan kualitas yang dilakukan secara berkesinambungan, BMW AG tengah melaksanakan kampanye layanan preventif secara global untuk sejumlah terbatas kendaraan BMW, termasuk kendaraan di Indonesia. Kendaraan yang berpotensi terdampak dilengkapi dengan komponen starter tertentu yang diproduksi antara Juli 2020 hingga Juli 2022," kata Jodie dalam keterangan tertulis kepada detikOto, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, hasil pemeriksaan kualitas internal menunjukkan bahwa pada kendaraan tertentu, setelah penggunaan mesin dalam jangka waktu tertentu dengan frekuensi yang tinggi, salah satu komponen di dalam motor starter dapat mengalami keausan. Kondisi ini dapat menyebabkan mesin menjadi lebih sulit untuk dihidupkan.
"Dalam situasi yang sangat jarang terjadi selama kendaraan dioperasikan, gangguan pada komponen starter tersebut dapat terjadi. Tindakan ini dilakukan secara proaktif untuk menangani potensi tersebut sejak tahap awal. Tidak terdapat laporan mengenai insiden yang berkaitan dengan kondisi ini. Kampanye ini dilaksanakan sebagai langkah preventif guna meningkatkan kepercayaan dan ketenangan pelanggan," beber Jodie.
BMW Group Indonesia akan mengganti motor starter pada kendaraan yang terdampak. Untuk unit tertentu, juga akan dilakukan penggantian baterai kendaraan dengan versi yang telah disesuaikan dengan starter terbaru. Seluruh pekerjaan akan dilakukan sesuai dengan standar dan spesifikasi BMW serta bebas biaya kepada pelanggan. Proses perbaikan umumnya memerlukan waktu hingga dua jam, tergantung pada tipe kendaraan.
"Sejak awal pelaksanaannya, BMW AG telah secara proaktif mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk seluruh kendaraan yang termasuk dalam kampanye ini, termasuk yang berada di Indonesia. Pelanggan yang kendaraannya termasuk dalam kampanye ini akan dihubungi secara langsung oleh Diler Resmi BMW untuk menjadwalkan waktu servis yang paling sesuai. Hingga proses perbaikan selesai, BMW Group Indonesia bersama seluruh Diler Resmi BMW akan memberikan panduan secara individual guna memastikan kenyamanan dan kemudahan pelanggan," ujar Jodie.
Sebagai langkah pencegahan, pemilik kendaraan BMW yang terdampak disarankan untuk tidak meninggalkan mobilnya tanpa pengawasan dalam kondisi mesin menyala setelah proses menghidupkan mesin, terutama saat menggunakan fitur remote engine start.
Pemilik mobil BMW juga bisa menghubungi layanan pelanggan BMW Group Indonesia di Hotline: 1500269 (Senin hingga Minggu pukul 09.00 - 18.00); WhatsApp: 0852 8888 6269 (Senin hingga Minggu pukul 09.00 - 18.00); serta Email: contact.id@bmw.co.id. Selain itu, pelanggan juga dapat menghubungi dealer resmi BMW tempat kendaraan biasa diservis. Pelanggan disarankan untuk menyiapkan 17 digit Nomor Identifikasi Kendaraan (VIN) saat menghubungi BMW Group Indonesia atau dealer resmi BMW.
"Keselamatan dan kepuasan pelanggan senantiasa menjadi prioritas utama BMW Group Indonesia. BMW Group Indonesia sangat mengapresiasi kepercayaan yang terus diberikan oleh para pelanggan dan akan menyelesaikan kampanye layanan preventif ini secara cepat dan profesional, sehingga pelanggan dapat terus menikmati pengalaman berkendara terbaik," pungkas Jodie.
Dalam pengumuman global, BMW melakukan recall terhadap model-model 2 Series CoupΓ© (G42), 3 Series (G20/G21/G28), 4 Series (G22/G23/G26), 5 Series (G30/G31), 6 Series Gran Turismo (G32), 7 Series (G11/G12), X3 (G01), X4 (G02), X5 (G05), X6 (G06) dan Z4 (G29).
(rgr/dry)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun
Masa Keemasan Mobil China Disebut Bakal Berakhir