Nilai Tukar Rupiah Melemah, Penjualan Moge Bekas Justru Meningkat

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 13 Sep 2018 12:53 WIB
Moge bekas Foto: Luthfi Anshori
Bekasi - Meski harga moge (motor gede) bekas ikut naik seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, hal itu ternyata tidak berdampak negatif pada penjualan moge bekas.



Contohnya seperti yang dialami showroom moge bekas, Classic Bikers Shop, di Bekasi Timur. Tren penjualannya justru meningkat, gara-gara kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

"Dulu-dulu hanya jual 4 unit per bulannya, sekarang di mana harga moge bekas makin mahal, penjualannya justru makin banyak. Bulan lalu bisa jual 6 unit," kata Indrajaya, pemilik Classic Bikers Shop, saat ditemui detikOto (10/9).

Tentunya hal itu bukan tanpa alasan. Meningkatnya penjualan moge bekas di tokonya, menurut Indra dikarenakan mulai banyaknya konsumen yang melirik moge bekas sebagai alternatif.

"Karena harga moge baru juga semakin mahal akibat dolar kuat, maka moge bekas jadi pilihan lain bagi mereka. Meski moge bekas juga kena pengaruh dolar, kenaikan harganya nggak terlalu besar. Hanya Rp 5 juta sampai Rp 10 juta saja," terang Indra.



Di showroom-nya yang berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, Indra menjual beberapa merek moge bekas, seperti Harley-Davidson, BMW, Honda, dan Ducati.

"Untuk Harley-Davidson Sportster tahun 2000 harganya Rp 110 juta, Dyna (2003) Rp 140 juta, Roadking (2006) Rp 175 juta, Ultra (2007) Rp 195 juta, Street Glide (2010) Rp 220 juta, dan Street Glide (2012) Rp 280 juta. Untuk merek lain ada BMW 1200GS (2014) Rp 250 juta dan Ducati Monster (2010) Rp 240 juta," rinci Indra.

Harga tersebut, menurut Indra, bisa berubah sewaktu-waktu. "Karena harga moge bekas itu memang dinamis. Bisa naik turun kapan saja, tidak selalu mengikuti harga dolar," pungkas Indra.




Simak video Aksi Arogan Pengendara Moge di Sidoarjo

[Gambas:Video 20detik]

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Penjualan Moge Bekas Justru Meningkat
(lth/lth)