Jumat, 13 Jul 2018 09:41 WIB

Driver Go-Jek Makin Untung Pakai Motor Listrik

Ruly Kurniawan - detikOto
Motor listrik Viar Q1. Foto: Ruly Kurniawan Motor listrik Viar Q1. Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Go-Jek bekerja sama dengan perusahaan konsultan manajemen Solidiance akan melakukan uji coba 10 sepeda motor listrik di kawasan Jabodetabek bulan ini. Dengan menggunakan skuter listrik Viar Q1, driver Go-Jek terpilih disinyalir akan makin untung. Soalnya, banyak biaya yang bisa terpotong.

Hal tersebut dipaparkan Associate Partner and Country Head Indonesia di Solidiance, Gervasius Samosir. Ia mencontohkan, bila dalam sehari biaya operasional untuk narik Go-Jek Rp 50 sampai Rp 70 ribu, saat menggunakan motor listrik bisa ditekan sampai Rp 10 ribu saja. Hal itu tentu di luar biaya perawatan motor di mana motor listrik tidak memerlukan maintenance sebagaimana motor konvensional (seperti ganti oli dan sebagainya).

"Keuntungan ke driver sebenarnya cukup besar (bila menggunakan motor listrik). Itu satu banding 7 biaya yang bisa terpotong. Contoh saja, bila dalam sehari ia harus keluarkan Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu, ini bisa hanya Rp 10 ribu saja kalau dia menggunakan motor elektrik. Jadi Rp 60 ribu sisanya bisa digunakan untuk biaya hidup yang lain sehingga bisa memberikan kesejahteraan yang lebih baik kepada para driver," ucapnya.


"Yang saya coba gali dari sisi keekonomisan, tapi di masa depan tentu kita akan junjung masyarakat untuk ramah lingkungan," lanjut Gervasius.

Di kesempatan itu pula ia memaparkan alasan mengapa memilih Go-Jek sebagai langkah guna melihat apakah kendaraan listrik cocok sebagai transportasi utama untuk Indonesia pada masa yang akan datang nanti.

"Go-Jek adalah salah satu perusahaan paling inovatif di Indonesia. Hampir setiap saat orang memerlukan Go-Jek. Makanan, transportasi, dan lainnya. Kita melihat ada tipikal agent of changes di sini sehingga bisa mendorong pertumbuhan EV (Electric Vehicle) di Indonesia," ucap Gervasius.


"Dengan 10 motor listrik, driver Go-Jek yang seharinya bisa sampai melakukan transaksi 12 kali (rata-rata) akan menemui banyak penumpang sehingga kita dapat nih tanggapan motor listrik dari sisi pengemudi maupun penumpang. Mereka merasa bagaimana, apa yang harus dikembangkan di motor listrik, dan lainnya," katanya lagi.

Hasilnya, nanti akan ada bisnis model baru yang cocok untuk kendaraan listrik khususnya sepeda motor di Indonesia. "Seperti battery swaping, pembiayaan (leasing), dan lainnya," tutupnya. (ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed