Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Minggu 15 April 2018, 12:02 WIB

Motor Jadi Angkutan Umum di Jakarta, Ini Respons Sandiaga

Indra Komara - detikOto
Motor Jadi Angkutan Umum di Jakarta, Ini Respons Sandiaga Ojek online tengah mengantar penumpang (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Kalangan ojek online mendesak motor dilegalkan jadi angkutan umum. Bagaimana jika hal ini terjadi di mata Pemprov DKI Jakarta?

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno siap mengikuti keputusan pemerintah pusat jika motor dilegalkan menjadi angkutan umum. Namun Pemprov DKI disebut saat ini fokus mendorong transportasi berbasis rel di Jakarta.

"Kalau misalkan pemerintah pusat kami akan sesuaikan. Tapi pada intinya kami ingin mendorong Jakarta itu lebih pedestrian friendly, lebih Jakarta yang liveable dan walkable. Dan kita akan mendorong investasi yang lebih besar di transportasi berbasis rel," ujar Sandi di Ancol Beach City Mall, Jakarta Utara, Sabtu (14/4/2018) malam.

Pemprov DKI memang saat ini sedang merancang transportasi terintegrasi di Jakarta. Dikatakan Sandi, transportasi darat seperti MRT, LRT, hingga kereta berbasis transit oriented development (TOD) akan menjadi fokusnya bersama Gubernur DKI Anies Baswedan.



"Angkutan umum berbasis transportasi yang terintegrasi baik itu MRT, LRT, commuter line dan kereta berbasis TOD yang akan menjadi fokus kita ke depan," papar dia.

Sebelumnya, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, mengatakan, rencana menjadikan motor sebagai angkutan umum menjadi satu tantangan Pemprov DKI Jakarta.

"Buat Pemprov DKI ini jadi satu tantangan, bagaimana mendorong masyarakat pindah dari kendaraan pribadi baik roda empat dan dua ke angkutan umum," ujar Sigit.


Sigit juga menyampaikan keselamatan saat berkendara, jadi satu fokus yang harus dipikirkan dalam memilih kendaraan umum. Ini bagi penumpang maupun driver.

"Kalau kita bicara soal dari angka kecelakaan lalu lintas, memang yang paling besar itu yang menggunakan roda dua, baik pengemudi dan penumpang. Terparahnya kecelakaan ini bisa menyebabkan kematian atau cacat permanen. Dishub melihat sepeda motor tidak menjadi kendaraan umum, tetapi menjadi alat transportasi dan ini menjadi tantangan untuk Pemprov DKI," katanya.

"Sekarang kan teman-teman roda dua suplay demand sepeda motor lebih banyak, padahal tidak didesain untuk itu (untuk menjadi transportasi umum-Red)," tambah Sigit. (idn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed