Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno mengatakan, seharusnya diler menerima dengan baik pembelian secara tunai.
"Diterima dong, diler juga kan enggak semuanya penjualan itu kredit, pasti ada tunainya juga," ujarnya saat dihubungi detikOto, pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi ada juga dugaan bahwa dengan konsumen membeli kredit harga kendaraan lebih tinggi, dan otomatis ada keuntungan lebih dari situ, sehingga diler ataupun sales mengupayakan agar konsumen membeli secara kredit ketimbang tunai.
"Itu kan hitung-hitungan, kalau beli kredit itu mungkin ada insentif atau apa, saya juga enggak tahu, masing-masing perusahaan pembiayaan kan beda-beada," tutur Suwandi.
Suwandi juga tidak menampik kemungkinan adanya dana insentif tertentu dari diler untuk salesnya. Juga dirinya tidak menampik jika membeli kendaraan yang terbatas atau model baru secara tunai, harga akan naik.
"Kalau bicara masing-maing diler kasih insentif kepada sales-salesnya saya kurang tahu, tapi insentif tertentu bisa saja ada, kayak kita dengan marketing kan juga modelnya insentif," tuturnya
"Kalau beli cash mobil baru keluar mungkin lebih tinggi egggak ada diskon, karena modelnya model baru,tapi kalau di upping-upping enggak tahu, kecuali kalau inden dia mau diduluin wajar kalau lebih mahal," tambah Suwandi.
Namun terlepas dari itu semua, Suwandi berpesan, jika konsumen ada pada kondisi seperti itu, lebih baik jika ke diler langsung bertemu dengan atasan, dan mengadukannya.
"Kalau mau beli cash datang ke dilernya, ketemu dengan direkturnya, atau pemiliknya, atau diadukan saja, iya dong," pungkasnya. (khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun