Banyak kasus ketika kita sudah menerapkan cara berkendara yang aman, namun pengguna jalan lain tak menerapkan hal yang sama. Untuk itu, menurut instruktur keselamatan berkendara Rifat Drive Labs, Citra Ayu Lestari, keselamatan berkendara diawali dari diri sendiri.
Citra mengibaratkan lalu lintas seperti sebuah ruangan dengan pintu dan jendela. Etikanya, memasuki ruangan itu harus lewat pintu dan sebuah pintu itu diibaratkan sebagai jalur semestinya yang dilewati pengendara. Sementara jendela dianalogikan sebagai jalur yang bukan hak pengendara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, masih banyak pemotor yang menjadi 'maling' di jalan raya. Salah satu hal yang paling disorot adalah 'maling' hak bus TransJ dengan memasuki jalur busway.
"Penjarah jalur TransJakarta itu kebanyakan pemotor. Sebanyak 94,5 persen itu isinya pemotor. Selain itu, pelanggaran paling banyak itu adalah melawan arus, diikuti dengan kelengkapan surat-surat, menurunkan-menaikkan penumpang di sembarang tempat dan penggunaan helm," ucap Citra. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB