Bukan masalah akan permintaan besar di Indonesia, melainkan tidak adanya asosiasi yang membawahi motor-motor besar di Indonesia.
"Motor besar itu belum ada asosiasinya, ini yang menyebabkan kurang tahunya seberapa besar pasar motor besar di Indonesia. Kalau mobil sudah ada, sedangkan untuk motor besar hanya tahu dari beberapa sumber saja. Itu juga tanpa data yang pasti," ujar Managing Director PT Triumph Motorcycles Indonesia, Paulus Bambang Suranto, di Pasific Place Jakarta, Selasa (19/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika melihat tahun 2014 kemarin, penjualan motor besar itu bisa mencapai 3.000-3.500 unit. Pada 2015 anjlok, hanya sekitar 1500 unti. Apakah ini karena demand (kurangnya permintaan-Red)? Bukan. Itu disebabkan karena suplay, karena ada pabrikan Motor besar lainnya yang tengah mengembangkan jaringan tapi belum berfokus pada jualan. Ada lagi produsen yang berganti APM (Agen Pemegang Merek-Red)," katanya.
"Jadi tahun 2016 ini, banyak pabrikan yang baru aktif-nya tahun ini. Sehingga diprediksi tahun ini sepertinya akan naik, tapi belum sampai dilevel tahun 2014, nanti baru di 2017 penjualan akan naik," tambahnya.
(lth/ddn)











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE