Melainkan melahirkan sebuah Smart Windshield, atau penghalang angin saat berkendara dengan menggunakan sepeda motor. Dilansir motorcycle dan youtube, Kamis (18/3/2016).
Teknologi terbaru Samsung kali ini langsung terselip pada Yamaha Tricity skuter 3 roda. Smart Windshield karya Samsung ini dihubungkan dengan smartphone. Sehingga kaca Smart Windshield ini akan memberikan semua informasi yang dibutuhkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan aplikasi Smart Windshield ini bisa mengirimkan pesan singkat, dengan mengatakan Anda tengah berkendara secara otomatis jika Anda tidak menjawab panggilan telepon Anda.
Tidak sampai disitu, Samsung juga menjanjikan Smart Windshield ini juga bisa membuat motor satu dengan yang lainnya berkomunikasi. Untuk mewujudkan hal tersebut, Yamaha mengajak kerjasama BMW dan Honda untuk melahirkan standar komunikasi kendaraan yang disebut Connected Motorcycle Consortium.
"Kami sangat bangga bisa memperkenalkan Smart Windshield Project ini bersama dengan skuter terbaik Yamaha, yaitu Tricity," ucap manager of Yamaha Motor Europe, Andrea Colombi.
"Hasil kolaborasi ini melihatkan teknologi pintar juga bisa diterapkan pada mobilitas baru untuk meningkatkan keamanan, mengatur sebaik mungkin, sejalan dengan visi Yamaha yang bertujuan untuk menciptakan produk yang dikembangkan untuk melampaui harapan pengendara dan untuk memenuhi kebutuhan mereka yang berbeda, sehingga bisa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari cara hidup mereka," tambahnya.
Sayang belum dipastikan, kapan teknologi ini akan benar-benar diperkenalkan secara umum. Karena teknologi ini masih dalam tahap pengembangan, namun tetap saja teknologi ini wajib ditunggu kehadirannya. Penasaran bagaimana cara kerja teknologi ini bekerja, simak videonya berikut ini.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun