Soal Industri Motor Listrik, AISI: 2-3 Tahun Harusnya Sudah Siap

Soal Industri Motor Listrik, AISI: 2-3 Tahun Harusnya Sudah Siap

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 11 Mar 2016 07:12 WIB
Soal Industri Motor Listrik, AISI: 2-3 Tahun Harusnya Sudah Siap
Motor Listrik Zero (Grandyos Zafna)
Jakarta - Indonesia sedang mempersiapkan era penggunaan kendaraan listrik. Persiapan itu tentu membutuhkan waktu apalagi untuk memproduksi kendaraan listrik secara lokal di Indonesia.

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala mengatakan, industri roda dua Indonesia sedang mengarah ke kendaraan ramah lingkungan. Tapi dia menegaskan, sebelum fokus pada motor listrik, masih ada beberapa hal yang harus dipersiapkan.

"Untuk kesiapan industri kita dalam proses ke arah sana. Tapi enggak dalam tahun ini, masih butuh waktu lah. Itu kan produksinya regional kan. Jadi enggak bisa mulai misalnya Indonesia dulu enggak, mesti kawasan," kata Sigit kepada detikOto melalui sambungan telepon, Kamis (10/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlebih, infrastuktur pendukungnya juga masih dibahas. Untuk menjual kendaraan listrik tentunya harus didukung infrastruktur.

"Kan PLN aja belum mulai. Baru pembahasan mengenai infrastruktur. Itu kan harus disiapin semua," ujar Sigit.

Namun, Sigit menegaskan, industri sepeda motor nasional harusnya sudah siap menyongsong era motor listrik. Apalagi, secara kawasan di ASEAN beberapa merek motor sudah menyiapkan motor listrik.

"Mestinya sih siap. Karena secara kawasan, mereka (pabrikan motor) sudah siap. Jadi, 2 atau 3 tahun lagi pasti arahnya akan ke sana. Apalagi pemerintah Thailand mempersiapkan aturan mengenai EV kan. Mestinya begitu. Karena Thailand udah bahas itu dari tahun lalu," ucap Sigit.

Sementara itu, soal produk motor listrik, kabarnya motor listrik dari Honda yakni EV-Cub direncanakan akan dijual di Indonesia pada 2018 mendatang. Kerja sama antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan Garansindo untuk membuat motor listrik pun sudah berjalan.

"Untuk memproduksi motor, pemerintah harus ikut mendorong," ujar CEO Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah. (rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads