Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Mohammad Masykur menuturkan, pengaruhnya sangat kecil. Sebab, percuma juga jika uang muka diturunkan 5 persen tapi kondisi ekonomi di Indonesia masih seperti ini.
"Karena karakter pengguna motor di Indonesia itu untuk saat ini lebih mementingkan isi perut (sembako). Seperti bensin sudah tidak disubsidi, listrik dan lain sebagainya," ucap Masykur di Pulogadung, Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti memberikan voucher pembelian sepeda motor, uang muka ringan dan lain sebagainya. Tapi itu tidak berpengaruh.
"Apalagi ini yang hanya diturunkan 5 persen. Sekarang itu konsumen lebih mementingkan kebutuhan pokok. Sekarang seharusnya kebutuhan pokok dulu yang dibenahi lalu fokus untuk meningkatkan penjualan kendaraan," katanya.
(ady/rgr)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?