Yamaha ingin mencoba netral dengan membuktikan kalau sanggup menciptakan motor jenis skutik, bebek dan motor sport yang irit BBM.
"Kita tidak ingin melakukan pembodohan. Kita ingin berbisnis apa adanya. Kalau hemat ya kami katakan hemat, kalau sebaliknya ya apa adanya," kata General Manager Promotion and Community Developer PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Eko Prabowo di sela-sela acara Diskusi Sepeda Motor ITB-Yamaha di Lapi, ITB, Bandung, Jabar, Senin (3/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak ingin melakukan pembodohan. Makanya kita uji jalan di berbagai medan sampai uji jalan yang melibatkan pihak yang independen," kata Eko.
Sementara itu Assisten General Manager M. Masykur mengakui selama ini Yamaha dicap sebagai motor rakus BBM. Namun citra itu sudah berubah sejak beberapa tahun silam.
Yamaha membuktikan diri sebagai perusahaan penghasil motor irit BBM, dimana dibantu dengan teknologi injeksi YMJet-FI yang juga digunakan Yamaha di arena balap MotoGP.
"Cap Yamaha boros itu sangat melekat. Saya pernah menanyakan ke konsumen kenapa tidak beli Yamaha, 'Yamaha boros'," kata Masykur menirukan ucapa konsumen.
Yamaha jengah dengan statement tersebut. Padahal menurutnya, kompetitor Yamaha juga menghasilkan konsumsi BBM yang mengecewakan.
"Tapi padahal kompetitor, actual-nya juga sama. Dan kami sekarang bisa membuktikan kalau motor kita efisien," tutup Masykur.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih