Pertamina telah menaikkan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax di Indonesia, Rabu (10/6). Nah, dengan nominal sekarang, berapa biaya yang diperlukan untuk isi penuh (full tank) Yamaha NMax dan Honda PCX 160?
Disitat dari laman resmi Pertamina, harga Pertamax (RON 92) yang semula Rp 12.300 naik menjadi Rp 16.250/liter. Kenaikan harga nyaris Rp 4.000/liter tentu membuat pemilik motor bongsor seperti NMax dan PCX 160 harus merogoh kocek lebih banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laman resmi Astra Honda Motor (AHM), Honda PCX 160 dibekali tangki BBM dengan kapasitas 8,1 liter. Itu tandanya, untuk mengisi Pertamax dari kosong hingga full tank, pemilik harus mengeluarkan dana hingga Rp 131.625.
Harga BBM Pertamax naik, isi full tank NMax dan PCX habis berapa? Foto: Henri Aja/Wikimedia Commons/CC BY-SA 4.0 |
Sebelum ada penyesuaian harga, pemilik Honda PCX 160 hanya perlu menghabiskan biaya Rp 99.63o. Maka, tandanya, pemilik kendaraan tersebut saat ini harus menyiapkan dana ekstra Rp 31 ribuan untu melakukan pengisian BBM hingga full tank.
Sementara menurut laporan di laman resmi Yamaha Motor Indonesia, NMax terbaru (baik dengan maupun tanpa 'turbo') punya kapasitas tangki BBM sebesar 7,1 liter. Sehingga, jika sebelumnya hanya memerlukan ongkos Rp 87.330 untuk full tank, kini dibutuhkan dana Rp 115.375.
Sebagai catatan, Honda PCX 160 punya kompresi mesin 12:1 dan Yamaha NMax baru 11,6:1. Sehingga, kedua motor matik gambot tersebut memang disarankan menggunakan BBM RON 92 sekelas Pertamax.
Berikut Harga BBM Pertamina per 10 Juni
- Pertamax - Rp 16.250/liter (sebelumnya Rp 12.300/liter)
- Pertamax Green 95 - Rp 17.000/liter (sebelumnya Rp 12.900/liter)
- Pertamax Turbo - Rp 20.750/liter (tetap).
- Dexlite - Rp 23.000/liter (tetap)
- Pertamina Dex - Rp 24.800/liter (tetap).
Saksikan Live DetikPagi :
(sfn/din)













































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun