"Memang di jalan itu banyak yang tidak rasional," kata Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Tulus Abadi di Hotel Menara Peninsula, Jalan Letjen S Parman, Slipi, Jakarta, Rabu (31/7/2013).
Tulus menyatakan hal tersebut dalam diskusi 'Mewujudkan Transportasi Mudik Lebaran Yang Manusiawi'. Hadir dalam acara ini, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Chrysnanda Dwi Laksana dan Kepala Seksi Angkutan Orang dan Trayek Dishub DKI Baihaqi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk membuat rasional dan berkesedaran, maka harus sadar waktu, keselamatan, keamanan, keuangan, dan lingkungan," ujar Chrysnanda.
DTKJ mempunyai perkiraan, jumlah pemudik motor akan meningkat sebesar 8,15 persen. Pemudik motor tahun 2012 sebanyak 2,8 juta sepeda motor. Diprediksi, tahun ini akan menjadi sebanyak 3,03 juta unit sepeda motor.
"Korlantas Mabes Polri menyebutkan, 2012 kemarin, ada 908 nyawa melayang saat mudik lebaran. Sebanyak 76 persen adalah pengguna sepeda motor. Yang tidak resmi lebih banyak (jumlah kecelakaan)," ungkap Tulus.
Polisi mengaku tak segan-segan akan meindak tegas pengendara motor yang melanggar aturan, yaitu dengan menilangnya. Namun upaya preventif, menurut Chrysnanda, tetap diutamakan pihak kepolisian.
Karena mudik dengan bermotor lebih berisiko, pabrikan motor pun lebih menyarankan pemudik untuk naik bus. Motornya diangkut dengan truk khusus yang akan diantar ke daerah tujuan masing-masing.
(dnu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB