Kemacetan Jangan Jadi Alasan Kenaikan DP Motor

Kemacetan Jangan Jadi Alasan Kenaikan DP Motor

M Luthfi Andika - detikOto
Selasa, 20 Mar 2012 13:40 WIB
Kemacetan Jangan Jadi Alasan Kenaikan DP Motor
Jakarta - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia menyayangkan kenaikan DP kredit motor. 'Penghambatan' penjualan motor untuk mengurangi kemacetan dengan menaikkan DP merupakan langkah yang tidak tepat.

"Ini jangan dijadikan alasan, ini tidak tepat. Kemacetan itu terjadi akibat pengaturan lalu lintas yang tidak benar. Banyaknya pelanggaran, parkir sembarangan, infrastruktur, disiplin pengendara dan semua yang menyebabkan kemacetan," ujar Ketua AISI Gunadi Sinduwinata, saat dihubungi detikoto, Selasa(20/3/2012).

Selanjutnya Gunadi juga menyampaikan, bagaimana bisa pertumbuhan perekonomian dengan meningkatnya penjualan roda dua bisa disalahkan menjadi penyebab kemacetan. Di sisi lain, roda dua merupakan jawaban sebagai kebutuhan akibat kendaraan massal yang kurang memadai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak percaya itu, tidak mungkin kendaraan itu lebih besar dari jumlah manusianya. Motor itu saya rasa mereka gunakan karena ada kepaksaan juga, seperti panas kepanasan, hujan kehujanan kecuali ada keperluan tertentu dan mendesak. Dan pada saatnya angkutan massa akan berkembang, orang akan mencari yang paling nyaman untuk mereka beraktifitas," katanya.

Seperti diketahui, Bank Indonesia mematok DP bagi kredit motor sebesar 25% dan kredit mobil sebesar 30%. Bank bisa dibekukan kegiatan usahanya jika melanggar ketentuan tersebut. Penyaluran kredit kendaraan bermotor semakin 'menggila' yang akibatnya membuat jumlah motor di jalanan membludak.

BI memandang diperlukan prinsip kehati-hatian kedepan terkait penyaluran kredit konsumtif ini apalagi DP yang diberikan sangat murah yakni Rp 500.000 saja.



(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads