Wapres Tak Sarankan Produksi Sepeda Motor Dibatasi

Wapres Tak Sarankan Produksi Sepeda Motor Dibatasi

- detikOto
Rabu, 22 Jun 2011 17:29 WIB
Wapres Tak Sarankan Produksi Sepeda Motor Dibatasi
Jakarta - Dari seluruh kecelakaan fatal yang terjadi di Indonesia, lebih dari 60 persennya adalah kecelakaan yang melibatkan sepeda motor. Wacana pembatasan motor pun mencuat. Namun, di mata Wapres Boediono pembatasan produksi sepeda motor bukan solusi yang mujarab.

"Ini juga menjadi isu utama, apa yang perlu kita lakukan untuk kurangi risiko kecelakaan dari sumber-sumber pokoknya tadi. Tapi saya tidak menyarankan jumlah produksi sepeda motor diturunkan," kata Boediono saat membuka program "Dekade Keselamatan Jalan 2011-2020" di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2011).

Hanya saja, menurut Boediono, Menteri Perindustrian perlu membuat rambu-rambu atau aturan terkait produksi sepeda motor tersebut. Misalnya saja, sepeda motor tidak boleh digunakan di lokasi-lokasi tertentu. Menurutnya, jumlah ruang publik saat ini kian menyusut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimana pun, ruang publik ini terbatas dan harus ada pengaturan-pengaruran yang jaga kepentingan publik, tidak hanya hanya kebebasan individu. Kadang-kadang dua hal ini saling berbenturan," katanya.

Menurut Guru Besar UGM ini, kecelakaan lalu lintas bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, tapi utamanya faktor manusia. Perilaku berkendaralah yang membawa pengaruh terhadap keselamatan pribadi maupun sesama pengendara di jalan raya.

"Saya sangat setuju dalam rencana aksi ini fokusnya pada manusia. Saya harapkan nanti agar langkah-langlah konkrit yang nanti bia kurangi resiko dari segi faktor kesalahan manusia," tutur mantan Gubernur BI tersebut.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Freddy Numberi usai acara menambahkan, pihaknya ingin ke depan pengaturan produksi sepeda motor dibuat lebih baik. Ia mengaku sudah bicara dengan Menteri Perindustrian sudah berbicara tentang bagaimana mengatasi membanjirnya sepeda motor, terutama di Jakarta.

"Kita sudah bicara dengan Menteri Perindustrian, bagaimana dengan masalah apakah produksi mungkin dikeluarkan dari Jakarta. Kemudian kita perbanyak transportasi angkutan publik yang besar. Bus, kereta api, komuter di dalam kota yang kita rencanakan," katanya.

(irw/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads