Terinspirasi dari Negeri Sakura

Honda Odyssey 2004

Terinspirasi dari Negeri Sakura

- detikOto
Rabu, 15 Jul 2009 11:44 WIB
Terinspirasi dari Negeri Sakura
Jakarta - Penerapan bodi kit pada kendaraan semestinya diimbangin dengan keapikan penampilan pada kendaraan itu sendiri, dan jangan asal-asalan.

Hal, itulah yang diterapkan oleh sang creator Vincent Hutama asal Yogyakarta dari Klub Option yang menjadi King of Elegant pada ajang Accelera Auto Contest beberapa waktu lalu.

Sifat detail yang dimilikinya seakan menjadi prestasi baginya. Hal itu terbukti padaΒ  pria kelahiran 22 tahun silam ini. Meskipun tergolong muda, tapi hasil karyanya memodifikasi roda 4 sudah benar-benar diakui di tanah Jogja, Jawa Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konsepnya pun sedikit berbeda, mobil keluarga Honda Odyssey keluaran 2004 miliknya dibuat bak mobil yang tak sungkan adu kencang di jalan bila menemui musuhnya. Gaya, for speed tetap ia dapatkan loh.

Untuk itu, front side asli pribadinya dilucuti hingga menggunakan buatan tangan. Seperti Customized Exclusive Zeus Exe Line Aero Parts, Stainless Steel Grill, Rear Spoiler, Duck Tail. Semuanya terinspirasi dari tuner VIP ternama di Jepang.

Namun, seperti apa sisi penunjang eksterior lainnya. Untuk menunjang penampilan sisi body gambot, Vincent mengaplikasikan Velvest Eye Lids, D.A.D Bonnet Mascot, OEM Sun Roof, Innova's Fog Lamps, Smoked Rear Lamps, Xenon HID Lights (2 sets), Custom Muffler with Custom Twin Exhaust Pipes dan Pneumatic System layaknya Rear Passengers Doors hasil besutan SMC.

Katanya, penerapan bodykit dan pernik yang terinspirasi dari tuner VIP ternama di Jepang dengan dilengkapi sistem buka-tutup pintu pneumatic untuk memanjakan penumpang yang akan keluar-masuk mobil.

Dan untuk siraman terakhir pada Body, Vincent menggunakan Super Deep Black Paint by Spies Hecker, dan didikombinasi sekujur tubuh Odyssey dengan Simple Elegant Body Sticker.

"Warna hitam mencuatkan kesan elegan dengan kombinasi cutting sticker simpel sebagai pemanis supaya tidak terkesan monoton," cetusnya.

Tampilan keempat roda pun di sentuhnya, Wheels dengan ukuran besar serta Braking System menggunakan alat yang cukup bernilai.

Mengenai bahannya, Lowenhart X-position 20 x (8,5+10) + 23 disesuaikan dengan Accelera Phi Tyres (225+245)/35/ ring 20 serta WP Pro 6 Pots, Crossdrilled n Slotted Rotor 330.

Hal ini memungkinkan agar sikap elegan pada Honda Odyssey-nya lebih kental.

"Penerapan pelek besar dan gambot dengan model disk yang cukup dalam supaya lebih kental kesan elegannya," pungkasnya.

Dari segi penahan bantingan bodi, menurutnya, penggunaan air suspension pada 4 titik dengan spec bolt-on selain untuk show off juga untuk menambah fungsionalitas saat digunakan berkendara.

Persyaratan ini meliputi cangkokkan dari F/B/S/S Air Suspension Kit by Crux Air's, Custom Front Camber Arms, Custom Adjustable Rear Camber Kits, Gun Metal painted by Spies Hecker.

"Camber negatif depan dan belakang bertujuan untuk memperkental aura VIP selayaknya mobilmobil VIP Jepang," imbuhnya.

Tidak hanya bagian situ, mahasiswa jurusan manajemen di salah satu universitas swasta di kota gudeg Yogya ini juga memangkas tampilan interior Honda Odyssey yang lumayan wah.

Dipilihnya JDM Odyssey's Mid-Dash Panel. Untuk mendebarkan hati yang ada didalamnya. Interior terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian driver dan lounge untuk kabin penumpang yang sama-sama diberi sentuhan elegan. Disitu juga tercokok home theater dan 3 sistem motorize untuk penggerak TV, partisi, dan sofa.

Soal warna, pemilihan warna hitam berpadu putih dengan mayoritas putih bertujuan untuk menampakkan kesan bersih, nyaman, luas dan elegan pada sisi interior.

Kemewahan tidak sampai disitu, Home Theater dengan kualitas suara terbaik pun di sematkan pada interior mobilnya. Terdapat 2 sistem audio yaitu sistem SQ (sound quality) di bagian kabin depan (driver) dan sistem home theater di bagian kabin belakang (penumpang). Yakni, Samsung LCD TV 32", U Dimension Pro Series 4-ch
Amplifier, Home Mini DVD Player, Full Range Speakers, Domination D8 Subwoofer.

Dengan dana Rp 200 juta dan memakan waktu pengerjaan 3 bulan ini, tak urung jika Vincent mendapat salah satu gelar King pada acara Accelera putaran pertama. Bahkan ia berikrar akan mengikuti kontes modifikasi-mosifikasi lainnya.

"Enggak sampai disini aja, kemungkinan akan ada perlombaan lainnya yang saya ikuti," serunya.
(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads