Selasa, 22 Jan 2019 08:40 WIB

Komando! Vespa Tempur ala Kendaraan Perang

Ridwan Arifin - detikOto
Motor Vespa Dirombak Jadi Kendaraan Militer. Foto: Dok. Bagas Roffiyanto Motor Vespa Dirombak Jadi Kendaraan Militer. Foto: Dok. Bagas Roffiyanto
Jakarta - Bagas Roffiyanto, pria asal Cilegon, Banten, punya tunggangan istimewa, yaitu Vespa Strada lansiran tahun 1986. Vespa ini punya aura kendaraan tempur yang siap ditunggangi prajurit.

Bagas sengaja memilih konsep kendaraan taktis, karena terinspirasi dari ayahnya yang berprofesi sebagai tentara.

"Basic-nya Vespa Strada 1986, terinspirasinya dulu dari Bapak yang berprofesi sebagai tentara, berhubung saya nggak masuk tentara jadi saya bikin motor tentara aja gitu," ungkap Bagas kepada detikOto belum lama ini.



Tak tanggung-tanggung, Bagas merombak total tampilan Vespa miliknya di bengkel sendiri yang dibantu bersama teman-temannya dalam kurun waktu 5 bulan. Untuk menambah kesan militer, ia menambahkan aksesori pilihan dari replika senjata hingga kotak penyimpanan peluru.

Komando! Vespa Tempur ala Kendaraan PerangFoto: Dok. Bagas Roffiyanto


"Tabung yang belakang di atas mesin itu tabung bensin Vespa-nya, yang di depan itu senapan replika dari senjata M-16, yang dibelakang aksesori kotak peluru fungsinya untuk naruh kunci-kunci, sama senjata di sebelah kiri itu Bazooka, dan yang di tengah itu dirigen Jeep Willy," ungkap Bagas.

Sebagai anak motor yang hobi jalan-jalan, uniknya Vespa tempur berukuran panjang 3,5 meter dan lebar 1,2 meter ini punya dua mesin yang siap digunakan kapan pun. Total, Bagas menghabiskan biaya perombakan Rp 15 Juta.



"Mesin yang di depan Bajaj tahun 1975 sebagai cadangan saat emergency, waktu dibawa ke hutan kalau nggak ada yang bisa bantu, tinggal kita pindahin aja," ungkap Bagas.

Motor Vespa dengan jumlah sembilan roda asal Cilegon ini tetap bisa melaju mulus. Terlebih karena tampilannya yang unik, motor ini menyita perhatian dari warga hingga tentara sekalipun.

Komando! Vespa Tempur ala Kendaraan PerangFoto: Dok. Bagas Roffiyanto


"Alhamdulillah setiap saya ketemu anggota tentara mereka pada support, mereka juga pada senang dengan bentuknya juga, warga juga positif melihatnya udah nggak kehitung-lah (foto bareng Vespanya)," ungkap Bagas.



Tak hanya mendapatkan perhatian, Vespa Komando besutan Bagas ini juga sempat menorehkan prestasi di kontes modifikasi. "Kemarin juga Alhamdulillah dapat juara ketiga dari dari 40 peserta waktu ikut kontes acara Vespa di Tangerang, kategorinya ekstrem," ungkap Bagas.

Terlebih, Bagas punya niat lain di balik Vespa tempurnya, yakni mengembalikan nama Vespa yang memiliki desain unik dan menarik.

"Tujuannya kebetulan selain saya mengagumi profesi tentara, kemudian saya ingin memperbaiki citra Vespa, di Indonesia ini kan banyak modifikasi Vespa dengan sampah-sampah itu kan sudah termasuk melanggar lalu lintas, dan bikin resah warga juga, saya ingin membuktikan kalau anak Vespa nggak semuanya seperti itu," pungkas Bagas.



Simak juga video 'Gaung 'Ekstremis Vespa' dan Seribu Gayanya':

[Gambas:Video 20detik]

(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com