Hal itu diwujudkan oleh Vicky Kurniawan asal Surabaya yang mengubah tampilan Brio Satya miliknya menjadi penuh dengan gambar Anime Hatsune Miku Halloween Party. Mobil ini basisnya adalah Honda Brio Satya lansiran 2015.
"Si kecil yang meminta. Si kecil suka sama anime Hatsune Miku Halloween Party. Penilaian si kecil, dia senang banget," kata Vicky kepada detikOto di arena Indonesia Automodified (IAM) MBtech 2017 seri Surabaya di Tunjungan Plaza akhir pekan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Eksterior
|
Foto: Rangga Rahardiansyah
|
Bodi Honda Brio Satya ini dibungkus oracal ungu doff. Kemudian ditambahkan cutting sticker 48 warna dengan tema Hatsune Miku Halloween Party.
"Dasar warna hitam, di wraping pakai sticker baru ditambah cutting sticker. Jadi wrapping plus cutting pakai 48 warna, asli sticker. Makanya kepuasannya itu sepertti kalau kita melukis," ujar Vicky.
Selain itu, Honda Brio Satya ini ditambahkan lips custom, spoiler custom. Vicky pun mengubah tampilan pintu mobil ini menjadi gaya scissors doors.
2. Pakai Spion Kamera Inframerah
|
Foto: Rangga Rahardiansyah
|
"Ini kan saya beli Brio Satya tipe terendah. Spionnya kan standar banget, akhirnya saya cari cara supaya spionnya beda dari yang lain," ujar Vicky.
Vicky terinspirasi dari konsep MPV Mitsubishi, XM Concept yang dipamerkan di GIIAS 2016 lalu. Di konsep itu memang tidak ada kaca spion, karena digantikan oleh kamera.
"Awalnya kita pakai spion lebar, di kemacetan pasti disenggol motor. Kadang-kadang sampai patah. Pertama kita pakai kamera biasa, ternyata kalau malam ke luar kota di tol gitu enggak kelihatan sama sekali. Akhirnya gimana caranya supaya enggak ganggu, kita lihat spion jelas, akhirnya kita ganti pakai kamera inframerah, malam pun tetap terlihat," kata Vicky.
Citra yang ditangkap kamera inframerah itu pun ditampilkan di layar yang terdapat di sisi kanan dan kiri pilar A. Jadi, melihat objek di belakang mobil sama seperti sedang melihat kaca spion biasa.
"Jadi setiap sisi pilar ada layar, tetap seperti ngelihat spion. Monitor di pilar A kanan untuk spion kanan, monitor di pilar kiri untuk spion kiri, spion tengah buat belakang. Kan kita pakai audio di belakang yang nutupin, jadi enggak bisa kalau pakai spion biasa, akhirnya pakai kamera juga," katanya.
Totalnya, pada mobil ini ada 4 kamera. Itu ditempatkan di depan, belakang, kiri dan kanan.
3. Interior
|
Foto: Rangga Rahardiansyah
|
"Model interior dibuat seminimalis mungkin, supaya dengan konsep luar itu serasi," kata Vicky.
Kabin mobil dibalut dengan lapisan dari MBtech. ada juga wraping karbon, dua monitor untuk kamera spion, doubledin, hingga layar untuk kamera spion tengah.
"Untuk audio kita pakai full Venom Vertigo, doubledin Kenwood," ujar Vicky.
4. Mesin Standar
|
Foto: Rangga Rahardiansyah
|
"Mesin dikasih strutbar supaya lebih tenang kalau dipakai di kecepatan tinggi, istilahnya seimbang terus," katanya.
5. Kaki-kaki
|
Foto: Rangga Rahardiansyah
|
"Pelek kita pakai 15 inci supaya bisa angkut keluarga juga. Kalau pakai 16 inci, muatan penuh mobil bisa gasruk. Demi kenyamanan, buat kontes oke, buat keluarga oke kita pakai 15 inci. Ini mobil memang buat harian," katanya.
6. Telan Biaya Rp 60 Jutaan
|
Foto: Rangga Rahardiansyah
|
"Paling lama itu untuk sticker habis satu minggu. Kalau audio sudah jadi 2 hari," ucap Vicky.
Sementara biayanya yang dihabiskan mencapai sekitar Rp 60 jutaan.
Halaman 2 dari 7












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
SIM Digital Meluncur, Apa Keunggulannya?
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat