Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar nonsubsidi saat ini masih mahal. Sudah beberapa bulan terakhir harga BBM solar nonsubsidi meroket. Bahkan sempat ada yang tembus Rp 30 ribuan per liter beberapa bulan yang lalu. Namun, peminat mobil diesel bekas ternyata masih ada.
Saat ini, harga BBM solar nonsubsidi masih dijual di atas Rp 20 ribu per liter. Dexlite, misalnya, dijual seharga Rp 23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex Rp 25.200 per liter.
Harga BBM diesel nonsubsidi yang tinggi itu tidak serta merta menyurutkan peminat mobil diesel bekas. Di pasar mobil bekas, kendaraan bermesin diesel masih memiliki peminat tersendiri, terutama konsumen yang sudah mengenal karakter, performa, dan keunggulannya.
Wakil Ketua Ikatan Pedagang Mobil Jakarta (IPMJ) sekaligus pemilik Garasi 91, Ferdian Kusuma Putra, menilai mobil diesel bekas masih memiliki segmen konsumen yang loyal. Menurutnya, keputusan membeli kendaraan tidak hanya ditentukan oleh harga BBM, tetapi juga kebutuhan penggunaan, preferensi pribadi, serta pengalaman konsumen dalam menggunakan mobil diesel.
"Mobil diesel bekas masih punya pasar tersendiri. Ada konsumen yang memang sudah cocok dengan karakter mesin diesel, baik dari sisi tenaga, torsi, maupun penggunaannya untuk kebutuhan tertentu. Jadi, kenaikan harga BBM menjadi pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya faktor dalam keputusan pembelian," ujar Ferdian dikutip dari siaran persnya, Senin (26/10/2026).
Sebagai penggiat otomotif, Ferdian menjelaskan, karakter mesin diesel yang dikenal memiliki torsi besar menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen mobil bekas bermesin diesel. Mobil jenis ini masih dipertimbangkan untuk perjalanan jarak jauh, aktivitas usaha, hingga kebutuhan berkendara di berbagai kondisi jalan. Meski demikian, konsumen tetap perlu memperhitungkan biaya operasional sesuai dengan pola pemakaian masing-masing.
Menurut Ferdian, pasar mobil bekas memiliki karakter pembeli yang beragam. Sebagian konsumen mengutamakan efisiensi biaya, sementara lainnya mempertimbangkan kebutuhan fungsional, kondisi kendaraan, serta preferensi terhadap jenis mesin tertentu. Karena itu, minat terhadap mobil diesel bekas tidak bisa dinilai hanya berdasarkan perubahan harga BBM.
"Pedagang perlu memahami kebutuhan konsumen dan menawarkan kendaraan sesuai dengan karakter penggunaannya. Mobil diesel maupun bensin masing-masing memiliki kelebihan dan pertimbangan biaya. Konsumen sekarang semakin cermat, sehingga kondisi unit, riwayat perawatan, harga kendaraan, dan biaya pemakaian perlu dijelaskan secara transparan," kata Ferdian.
Mobil diesel bekas biasanya diminati oleh konsumen yang menyukai karakter mesin diesel. Mereka yang minat dengan mobil diesel bekas biasanya mempertimbangkan pengalaman berkendara, respons mesin, serta tenaga yang dihasilkan, meskipun harga BBM mengalami kenaikan.
Ferdian menambahkan, kenaikan harga BBM memang dapat mendorong konsumen untuk lebih selektif dalam menentukan kendaraan. Untuk itu, calon pembeli mobil bekas perlu mempertimbangkan konsumsi BBM berdasarkan penggunaan sehari-hari, biaya perawatan, pajak, serta kondisi mesin dan komponen kendaraan sebelum bertransaksi.
"Pasar mobil bekas selalu bergerak mengikuti kebutuhan dan pertimbangan konsumen. Kenaikan BBM bisa mengubah cara orang menghitung biaya kepemilikan, tetapi tidak otomatis menghapus minat terhadap mobil diesel. Selama ada kebutuhan dan konsumen yang menyukai karakter kendaraan ini, segmennya akan tetap memiliki tempat di pasar," tutur Ferdian.
Sementara itu, salah seorang pembeli mobil diesel, Kaelani (50 tahun) mengaku tetap memilih kendaraan diesel karena sudah menyukai karakter mesinnya sejak lama.
"Saya memang suka mobil diesel. Tarikannya terasa cocok untuk kebutuhan saya, dan saya sudah terbiasa menggunakannya. Harga BBM tentu tetap saya perhitungkan, tetapi selama mobilnya sesuai kebutuhan dan biaya pemakaiannya masih masuk anggaran, saya tetap memilih diesel," ujarnya.
Simak Video "Tips Anti Ketipu Beli Mobil Bekas Ala Inspector Mobil"
(rgr/din)