Penjualan mobil diesel model populer sekelas Innova Reborn hingga Pajero Sport masih 'babak belur'. Penjualannya merosot seiring dengan harga BBM diesel yang masih mahal.
Harga BBM di Indonesia lagi mahal. Khususnya buat pengguna kendaraan diesel, kenaikan harga bahan bakar itu tentu akan mempengaruhi biaya operasional. Duit yang keluar jadi lebih mahal dari biasanya. Tak cuma itu, penjualan mobil diesel yang kerap menghuni daftar terlaris dalam beberapa bulan terakhir justru absen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa model mobil diesel seperti Fortuner hingga Pajero Sport penjualannya ikut merosot. Kalau biasanya per bulan bisa tembus 1.000-an unit, tapi kini jauh di bawahnya. Kijang Innova Reborn Diesel juga demikian, beruntung data penjualannya digabung dengan Innova Zenix. Maka dari itu, masih bisa bertengger di posisi ketiga daftar mobil terlaris se-Indonesia periode Agustus 2026.
Bila dirunut dalam tiga bulan terakhir, harga BBM diesel lagi mahal-mahalnya. Kenaikan harga BBM diesel itu mulai terjadi pada bulan April. Bahkan pada Mei, harga BBM diesel sempat tembus Rp 30.000 per liternya. Namun per Agustus 2026, harga BBM diesel nonsubsidi itu berada di level Rp 25.000-an per liter.
Berikut ini catatan penjualan mobil diesel populer Kijang Innova Reborn, Toyota Fortuner, dan Mitsubishi Pajero Sport
Penjualan Kijang Innova Reborn Diesel
- Januari: 2.728 unit
- Februari: 3.514 unit
- Maret: 1.472 unit
- April: 3.010 unit
- Mei: 3.819 unit
- Juni: 1.673 unit
- Juli: 1.148 unit
- Agustus: 925 unit
Penjualan Fortuner
- Januari: 1.062 unit
- Februari: 1.103 unit
- Maret: 655 unit
- April: 1.386 unit
- Mei: 1.224 unit
- Juni: 602 unit
- Juli: 504 unit
- Agustus: 534 unit
Penjualan Pajero Sport
- Januari: 831 unit
- Februari: 1.262 unit
- Maret: 621 unit
- April: 655 unit
- Mei: 499 unit
- Juni: 364 unit
- Juli: 254 unit
- Agustus: 317 unit
Toyota sebelumnya tak menampik penurunan penjualan dua model mobil dieselnya itu lantaran harga BBM yang tengah meroket. Namun diharapkan penurunan penjualan itu tak berlangsung lama.
"Mudah-mudahan hanya shock sesaat. Pada saat mereka benar-benar menjalankan atau mengalami kenaikan harga tersebut, kemudian mereka menjalani setiap bulannya, mudah-mudahan mereka bisa beradaptasi, sehingga memberikan confidence buat mereka untuk membeli kendaraan diesel lagi," ungkap Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Bansar Maduma beberapa waktu lalu.
(dry/rgr)










































