Ternyata masih ada saja orang beli mobil menggunakan KTP orang lain. Kemungkinan hal ini dilakukan untuk menghindari pajak progresif. Bahkan, KTP penerima bansos dipakai orang lain untuk beli mobil.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Menurutnya, banyak Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM)bantuansosial (bansos) disalahgunakan orang lain untuk membeli aset hingga mendirikan perusahaan.
"Banyak contoh KTP milik keluarga penerima manfaat digunakan orang lain untuk membeli aset, seperti rumah, tanah, dan mobil, bahkan untuk membuat perusahaan," ujar Gus Ipul seperti dikutip CNBC Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Ipul menjelaskan bahwa setiap dugaan penyelewengan tersebut dapat disanggah melalui layanan resmi yang telah disediakan, mulai dari pusat panggilan (call center) hingga aplikasi atau portal perlindungan sosial.
Melalui digitalisasi bansos, pemerintah berharap bisa memperoleh data yang lebih mutakhir dan akurat. Pemerintah ingin mencegah KTP masyarakat tidak mampu dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab, yang pada akhirnya membuat mereka kehilangan hak untuk menerima bansos.
Tindakan memakai KTP orang lain untuk membeli mobil merupakan praktik lama untuk menghindari pajak progresif. Untuk diketahui, pajak progresif merupakan sistem pajak yang diterapkan dengan prinsip bahwa tarif pajak akan meningkat seiring dengan tingkat penghasilan atau kekayaan seseorang. Sistem ini dirancang untuk menciptakan tingkat keadilan yang lebih besar dalam pemungutan pajak. Tujuannya, agar seseorang dengan penghasilan atau kekayaan yang lebih tinggi membayar proporsi pajak yang lebih besar daripada individu dengan penghasilan atau kekayaan yang lebih rendah.
Di sisi lain, penerapan pajak progresif juga dilakukan untuk mengendalikan laju pertumbuhan kendaraan di suatu daerah. Seseorang yang memiliki kendaraan lebih dari satu maka akan dikenakan pajak lebih tinggi. Mereka yang memiliki lebih dari satu kendaraan untuk jenis yang sama dan terdaftar atas nama sama maka akan dikenakan pajak progresif. Besar pajak progresif ini berbeda tergantung daerah dan jumlah kendaraan yang dimiliki. Makin banyak kendaraan yang dimiliki, pajaknya juga akan makin besar.
Untuk itu, ada sebagian orang yang mengakali keberadaan pajak progresif kendaraan tersebut dengan meminjam KTP milik orang lain.










































