Alasan Suzuki Jimny Masih Diminati Meski Dikepung Pendatang Baru

Alasan Suzuki Jimny Masih Diminati Meski Dikepung Pendatang Baru

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Senin, 12 Okt 2026 08:13 WIB
Suzuki Jimny di IIMS 2025
Suzuki Jimny. Foto: (Rangga Rahadiansyah/detikOto)
Jakarta -

Ketika pertama kali Suzuki Jimny meluncur di Indonesia, belum banyak brand lain yang menjual SUV bergaya off road. Namun, sekarang, mulai banyak pendatang baru bermunculan dan kebanyakan berasal dari China!

Merek-merek seperti GWM, Jetour hingga BAIC kini memasarkan SUV off road di Indonesia. Meski secara segmen mungkin lebih tinggi atau sebaliknya, namun secara model tentu saling beririsan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati demikian, penjualan Suzuki Jimny nyatanya masih terbilang lumayan. Bahkan, sepanjang Januari-September 2026, kendaraan yang berstatus impor utuh atau completely built up (CBU) itu terjual 1.579 unit (wholesales).

ADVERTISEMENT
Suzuki Jimny 5-Door ramah buat kaum hawaSuzuki Jimny 5-Door Foto: (Muhammad Hafizh Gemilang/detikOto)

Nominal tersebut merupakan kombinasi dari dua model, yakni tiga pintu sebanyak 972 unit dan lima pintu sebanyak 607 unit. Angka itu terbilang lumayan untuk ukuran mobil CBU yang bermain di pasar niche.

Donny Saputra selaku Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan, ketika tren SUV bergerak ke arah bodi besar, desain futuristis, serta teknologi kompleks, Jimny justru mempertahankan bentuk kotak dan karakter yang telah melekat sejak puluhan tahun lalu.

Mobil ikonik, kata dia, bukan sekadar canggih. Ada identitas yang langsung dikenali ketika melihatnya. Dalam kasus Jimny, bentuk bodi yang mengotak, dimensi ringkas, posisi roda relatif dekat dengan sudut bodi, serta karakter 4x4yang kental, membuatnya berbeda dibandingkan kompetitor.

"Suzuki Jimny merupakan model kendaraan legendaris dengan sentuhan original dan karakter yang sederhana, lugas, dan desain yang berjiwa energik," ujar Donny Saputra melalui keterangan resminya, dikutip Senin (12/10).

Suzuki Jimny di Medan OffroadSuzuki Jimny di Medan Offroad Foto: Luthfi Anshori

Donny menjelaskan, hal tersebut membuktikan, bahwa mengikuti zaman tak selalu berarti harus mengubah seluruh identitas sebuah produk.

Pada industri otomotif, perubahan desain merupakan hal yang hampir tak terhindarkan. Produsen harus mengikuti perkembangan teknologi, regulasi keselamatan, standar emisi, kebutuhan konsumen hingga persaingan pasar. Namun, terlalu jauh mengikuti tren juga bisa membuat sebuah model kehilangan ciri khasnya.

Jimny mengambil pendekatan yang berbeda. Perubahan tetap dilakukan, tetapi elemen yang menjadi identitas utamanya dipertahankan.

Suzuki sendiri dalam pengembangan generasi keempat menyebut tetap mempertahankan sejumlah karakter yang sudah melekat pada Jimny, termasuk desain boxy, konstruksi ladder frame, sistem penggerak 4WD dengan low range, serta rigid axle suspension.

Bagi sebagian konsumen, karakter seperti itu justru membuat Jimny berbeda. Mereka tak hanya mencari SUV yang paling besar dan mewah, melainkan kendaraan dengan kemampuan dan pengalaman berkendara yang berbeda.

Sebagian pemilik menggunakan Jimny untuk aktivitas off-road, sebagian menjadikannya kendaraan harian, sementara yang lain melihatnya sebagai kendaraan hobi dan koleksi. Bahkan Jimny generasi lama masih memiliki tempat di kalangan penghobi.

Pemilik juga bisa memodifikasi Jimny ke berbagai arah sesuai karakter masing-masing, mulai dari gaya retro, restorasi, off-road hingga tampilan yang lebih modern. Dengan kata lain, desain dasar Jimny cukup kuat untuk menjadi semacam kanvas bagi pemiliknya.

Fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa heritage tidak selalu berarti mempertahankan sebuah mobil persis seperti ketika pertama kali diluncurkan. Heritage justru bisa menjadi fondasi untuk menciptakan interpretasi baru.

Jimny generasi terbaru, misalnya, tak menggunakan teknologi dan material seperti Jimny pada era 1970-an. Namun, ketika dilihat dari siluet dan karakter desainnya, orang masih dapat mengenalinya sebagai Jimny.



(sfn/sfn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads