Tanggapan BYD Soal Mobilnya Gampang Diretas

Tanggapan BYD Soal Mobilnya Gampang Diretas

Dina Rayanti - detikOto
Senin, 05 Okt 2026 15:19 WIB
The logo of the BYD Auto company is seen on a BYD HAN electric vehicle during a BYD store opening at the car dealership Sternauto in Berlin, Germany January 31, 2024.  REUTERS/Annegret Hilse
Ilustrasi mobil BYD. Foto: REUTERS/ANNEGRET HILSE
Jakarta -

Mobil BYD terbukti dapat dengan mudah diretas di Australia. Berikut ini tanggapan BYD terkait hal tersebut.

BYD akan segera merilis pembaruan keamanan dari jarak jauh untuk model pikap Shark 6. Diberitakan News Australia, pabrikan asal Shenzhen itu akan mengirimkan pembaruan untuk sistem hiburan berbasis Android pada mobil tersebut guna mencegah orang mengakses mobil mengunggah perangkat lunak sendiri ke dalam sistem infotainment mobil. Hal ini menyusul laporan keamanan siber yang menyebut BYD Shark 6 dapat dengan mudah diretas dan dikendalikan dari jarak jauh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BYD tetap berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan keamanan siber selama siklus hidup kendaraan melalui analisis kerentanan berkelanjutan, pengujian keamanan, penilaian risiko, dan pembaruan perangkat lunak," ujar BYD dalam keterangan resminya.

Untuk diketahui, dalam laporan Fortify Labs, perusahaan teknologi di balik laporan ABC berjudul 'Asleep at the Wheel' mempublikasikan terkait peretasan mobil pada BYD Shark 6. Perusahaan itu diminta untuk mendemonstrasikan akses jarak jauh yang dimiliki produsen mobil terhadap kendaraan terhubung dan membuktikan bagaimana akses dapat disalahgunakan. Dalam uji coba itu, Fortify Labs membuktikan bahwa lampu depan bisa dimatikan dari jarak jauh. Tak cuma itu, wiper kaca juga bisa diaktifkan dari jarak jauh saat diretas. Namun, fungsi-fungsi utama pada mobil seperti rem dan kamera disebut tak bisa diakses.

ADVERTISEMENT

Disebutkan bahwa program ABC itu tidak memperlihatkan secara tepat bagaimana mereka mengakses sistem elektronik di dalam BYD Shark 6 milik perusahaan tersebut. Sebab, ada potensi 'masalah etika' terkait pengungkapan potensi kelemahan dalam sistem mobil tersebut, mengingat teknik yang sama dapat digunakan untuk menyerang head unit berbasis Android pada mobil dari produsen lain.

Fortify Labs mengatakan bahwa kerja samanya dengan ABC pada dasarnya merupakan demonstrasi hipotesis tentang apa yang mungkin terjadi seiring dengan semakin terhubungnya mobil.

"Bayangkan sebuah kelompok kriminal berhasil mengakses sistem back-end produsen kendaraan. Secara teori, mereka bisa mengirimkan pembaruan OTA ke setiap kendaraan terhubung dari merek tersebut yang beroperasi di jalan-jalan Australian," demikian ditulis laporan tersebut.

"Dampaknya sangat dahsyat dan ini adalah salah satu dari banyak alasan mengapa keamanan siber kendaraan layak mendapatkan prioritas yang jauh lebih tinggi daripada keamanan mesin cuci dan ketel pintar kita," tulis laporan itu.



(dry/rgr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads