Sering Mual saat Jadi Penumpang Mobil Listrik? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Sering Mual saat Jadi Penumpang Mobil Listrik? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Dina Rayanti - detikOto
Sabtu, 03 Okt 2026 17:28 WIB
Ilustrasi mabuk perjalanan
Ilustrasi mabuk perjalanan. Foto: Getty Images/metamorworks
Jakarta -

Sejumlah orang mengeluhkan merasa mual saat berada di kursi penumpang mobil listrik. Lalu apa sebabnya?

Lola Baird asal London Utara belum pernah mengalami mabuk perjalanan. Namun ketika kekasihnya membeli mobil listrik dua tahun lalu, dia selalu merasa sangat mual setiap kali kekasihnya mengajak pergi perjalanan jauh dengan mobil tersebut. Bahkan saking parahnya, Lola sampai meminta kekasihnya untuk mengganti mobil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lola rupanya tak sendirian, ada beberapa orang yang merasakan hal serupa saat menjadi penumpang mobil listrik. Tapi yang dirasakan pengendara justru sebaliknya. Tak ada rasa mual yang dikeluhkan pengemudi mobil listrik. Dikutip BBC, dosen senior bidang anatomi dan biomekanika di King's College London Dr.Irene Di Giulio, mengatakan bahwa sejauh ini beberapa orang mengalami mabuk perjalanan lebih parah saat menjadi penumpang kendaraan listrik dibandingkan kendaraan non-listrik.

Seorang ahli saraf di Northwestern Medicine Chicago yang memiliki spesialisasi dalam pusing serta vertigo Dr.Nicholas Hac mengungkap mereka hanya menyadari bahwa mereka rentang mengalami mabuk perjalanan di dalam mobil listrik.

ADVERTISEMENT

"Saya sudah mendengarnya berkali-kali," ujar dia sambil menyebutkan bahwa sekitar dua pasien setiap bulan secara khusus menyebutkan bahwa merasa mabuk perjalanan saat jadi penumpang mobil listrik.

Namun, penelitian mengenai kemungkinan hubungan mobil listrik dan mabuk perjalanan masih tahap awal. Beberapa akademisi menyatakan bahwa belum ada bukti yang cukup untuk menarik kesimpulan yang pasti. Dr.Bill Yates, yang telah meneliti mabuk perjalanan di Universitas Pittsburgh mengatakan, bahwa temuan penelitian tersebut masih sangat terbatas.

"Ada beberapa informasi anekdot, tetapi belum banyak penelitian yang benar-benar serius dan komprehensif yang dilakukan," katanya.

Tidak semua penumpang memang merasakan mabuk perjalanan saat jadi penu,pang mobil listrik. Beberapa juga tak masalah saat berada di kendaraan listrik. Namun, produsen kendaraan listrik Xpeng, terbuka menanggapi masalah ini. Menurut Xpeng, ini adalah pertanyaan yang wajar dan bukan sekadar perasaan.

"Hal itu dipicu efek samping dari cara mobil listrik didesain," jelas Xpeng.

Mabuk perjalanan disebabkan oleh ketidakcocokan antara sinyal sensorik. Tubuh, bergantung pada tiga sensorik utama untuk mengetahui bahwa kita sedang bergerak, yaitu dari apa yang kita lihat, apa yang dirasakan oleh sistem keseimbangan telinga bagian dalam, dan apa yang dirasakan oleh serabut saraf di tubuh.

Ketika salah satu dari sinyal ini bertentangan dengan yang lain, seperti saat menatap ponsel sehingga tidak melihat tanda-tanda visual pergerakan di luar jendela, hal itu dapat menyebabkan mabuk perjalanan.

Sementara mobil listrik kata Di Giulio bisa berakselerasi dan melambat secara cepat ketimbang mobil berbahan bakar konvensional, sehingga memicu mabuk perjalanan. Sementara itu Hac bilang, beberapa orang memang lebih rentan mengalami mabuk perjalanan dan faktor genetik memiliki pegnaruh besar dalam hal ini. Para ahli menyebut, perempuan dan anak-anak lebih rentan mengalaminya.



(dry/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads