Ada sejumlah kasus mobil listrik terbakar di Indonesia. Lalu apa penyebabnya?
Kasus kebakaran melanda sejumlah mobil listrik di Indonesia. Dalam dua bulan terakhir misalnya, ada dua kejadian mobil listrik terbakar yang menimpa BYD Seal dan Hyundai Ioniq 6. BYD Seal terbakar di gerbang tol Cikampek. Api membumbung tinggi dan menghanguskan mobil pada Juli 2026. Hingga saat ini, BYD masih menelusuri penyebab kebakaran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian pada pertengahan September, Hyundai Ioniq 6 terbakar di kawasan Slipi. Mobil awalnya melaju di Jalan Letjen S Parman. Pengemudi kemudian kehilangan kendali hingga menabrak separator busway. Menurut dugaan, kendaraan itu terbakar setelah menghantam separator busway dan mengalami korsleting.
Sebelum dua kejadian itu, ada juga beberapa insiden kebakaran mobil listrik. Wakil Ketua Riset dan Pengembangan Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Prabowo Kartoleksono mengungkap salah satu penyebab mobil listrik terbakar adalah tegangan rendah saat mobil dimodifikasi ataupun terdapat penambahan aksesoris.
"Kebanyakan yang terjadi sepanjang sepengetahuan saya itu lebih karena kebakaran karena low voltage short. Jadi listrik 12 volt itu dia tambahin aksesoris atau apapun dia melakukan perubahan," ucap Prabowo saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Panja Pengembangan Ekosistem dan Daya Saing Industri Kendaraan Listrik Nasional di DPR belum lama ini.
Penyebab lain mobil listrik terbakar adalah thermal runaway. Namun dari beberapa kasus kebakaran mobil listrik di Indonesia, belum ada yg disebabkan thermal runaway. Thermal runaway itu berarti sel baterai yang terbakar menyambar sel baterai lainnya.
"Biasanya kasusnya waktu itu Wuling itu yang terbakar bukan mobilnya, tapi yang terbakar chargernya tapi kalau sampai ada mobil terbakar itu istilahnya adalah thermal runaway. Nah sampai saat ini belum ada yang kasus thermal runaway," jelas Prabowo.










































