×
Ad

Mobil China Bisa Bikin Industri Otomotif AS Lumpuh

Dina Rayanti - detikOto
Senin, 28 Sep 2026 08:14 WIB
Ilustrasi mobil China. Foto: Doc. WSJ
Jakarta -

Pabrikan China berpeluang masuk pasar AS. Namun keberadaan mobil China dikhawatirkan bisa bikin pasar otomotif AS lumpuh.

Jelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, sejumlah politisi di AS serta industri otomotif setempat kembali memperingatkan keberadaan mobil China jika diizinkan masuk Negeri Paman Sam. Keberadaan mobil China itu dikhawatirkan menjadi 'kotak Pandora' di industri otomotif AS.

Sebelumnya, awal bulan ini Trump mengatakan bahwa dia membuka peluang produsen mobil China masuk ke AS asalkan kegiatan produksi dilakukan di dalam negeri. Namun hal itu mendapat kecaman dari produsen mobil, dealer resmi, dan pemasok yang beroperasi di AS. Lebih dari dua lusin anggota Kongres dari Partai Demokrat mengikuti desakan tersebut dengan mengirimkan surat, meminta Trump tetap mempertahankan pembatasan AS terhadap produsen mobil China.

"Ini bukan lagi masalah partisan," ujar Senator Elissa Slotkin, D-Mich dilansir CNBC.

"Ini tentang apakah kita ingin memproduksi mobil di Amerika dan apakah kita ingin memiliki basis manufaktur yang dapat beradaptasi saat dibutuhkan. Jika kita menginginkan hal itu, kita tidak boleh membiarkan mereka masuk ke negara kita," lanjut Elissa.

Trump dijadwalkan menjamu Xi Jinping dan delegasi dari Tiongkok pada Kamis dan Jumat pekan ini. Disebutkan dalam pertemuan itu ada pendiri BYD Wang Chuanfu, dan juga pendiri produsen baterai CATL Robin Zeng.

Michael Dunne, seorang pakar industri otomotif Tiongkok sekaligus mantan eksekutif di General Motors, mengungkap bahwa kehadiran kedua eksekutif itu menunjukkan betapa pentingnya kunjungan Xi bagi industri otomotif AS.

CEO GM Mary Barra juga diperkirakan turut hadir dalam jamuan makan malam kenegaraan tersebut, bersama dengan beberapa eksekutif AS lainnya, termasuk CEO Tesla Elon Musk. Sementara itu dua produsen besar asal AS seperti Ford enggan mengungkap bakal kehadirannya dalam pertemuan tersebut.

Para pakar industri dan pengamat telah mengungkapkan kekhawatiran serupa dengan yang dikemukakan produsen mobil serta anggota parlemen seiring dengan pembahasan RUU bipartisan di Kongres yang bertujuan melarang produsen mobil China beroperasi di AS.

Kampanye itu muncul di tengah ekspansi pesat produsen mobil China di luar pasar domestik mereka, terutama ke Eropa serta Amerika Tengah dan Selatan. Ada kekhawatiran di kalangan produsen mobil global bahwa rival dari China seperti BYD dan Geely, yang mendapat subsidi besar-besaran dari pemerintah, dapat membanjiri pasar global. Dengan begitu produksi dan harga kendaraan jadi tertekan.

Dunne bilang produsen mobil China itu bakal "dengan cepat menguasai industri otomotif Amerika, sama seperti yang kini sedang melanda Eropa".

Secara global, pangsa pasar mobil China melonjak mendekati 70 persen pada tahun 2020 hingga 2025, demikian terungkap dalam riset dari GlobalData. Bila pada tahun 2020 pangsa pasarnya hanya 14,1 persen, maka per 2025 sudah mencapai 23,6 persen.

"Puluhan produsen mobil China saat ini terlibat dalam perang harga yang sengit di pasar domestik. Kerugian terjadi di mana-mana. Akses ke AS, yang sejauh ini merupakan pasar mobil paling menguntungkan di dunia, bagaikan tangki raksasa berisi oksigen penyelamat," tulis Dunne dalam sebuah unggahan.



Simak Video "Video Hongqi: Merek Mobil 'Kepercayaan' Pemerintah China"

(dry/din)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork