Polytron baru menjual satu model mobil di Indonesia. Namun penjualannya mengungguli beberapa merek China dan Jepang yang lebih dulu eksis.
Berdasarkan data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Polytron memang belum menghuni posisi teratas di daftar merek terlaris. Dari total 49 merek yang terdaftar sebagai anggota Gaikindo, secara retail Polytron menghuni posisi ke-35. Sepanjang tahun ini, penjualan Polytron dari dealer ke konsumen sudah ada 458 unit dari dua varian mobil yang ditawarkan. Pangsa pasarnya sekitar 0,1 persen dari keseluruhan total penjualan mobil di RI yang sudah mencapai 594.984 unit.
Dibandingkan periode Januari-Agustus tahun lalu, penjualan Polytron itu naik signifikan yakni tembus 2.444,4 persen. Mobil perdana Polytron itu tercatat meluncur di Indonesia pada 6 Mei 2025.
Dari data penjualan tersebut, posisi Polytron justru lebih unggul dari beberapa merek yang sudah lebih dulu eksis di Indonesia seperti MINI, Nissan, Maxus, Neta, Volkswagen, hingga Volvo. Penjualan merek-merek tersebut tercatat lebih rendah dari Polytron. Namun, catatan penjualan Polytron belum cukup untuk bersaing dengan deretan produk ternama sekelas Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, dan pendatang baru dari China seperti BYD ataupun Jaecoo.
Secara spesifikasi, mobil pertama Polytron itu merupakan rebadge dari produk Skyworth K EV. Produk dirakit secara lokal di pabrik PT Handal Indonesia Motor. Mobil listrik pertama Polytron ini punya dimensi yang cukup bongsor: panjang 4.720 milimeter (mm), lebar 1.908 mm, tinggi 1.696 mm, dan jarak poros roda depan ke belakang 2.800 mm.
Dengan dimensi yang luas, mobil ini memiliki kapasitas hingga 1.141 liter yang dilengkapi dengan Electronic Tail Gate with Kick Sensor. Soal kemampuannya, dua varian itu memiliki punya jarak tempuh 402 kilometer (CLTC). Kecepatan tertingginya 150 km/jam. Di atas kertas dari titik nol ke 100 km per jam bisa berlari selama 9,6 detik.
Mobil itu menggendong baterai Lithium Ferro Phospate (LFP) berkapasitas 51.916 kWh dan power 150 kW. Sementara torsinya 320 Nm, khas mobil listrik yang punya akselerasi instan.
Mobil listrik ini juga memiliki ground clearance 158 mm. Dilirik dari ukurannya, mobil listrik ini punya dimensi yang bisa mengakomodir jalanan di Indonesia. Ada dua varian mobil Polytron yang ditawarkan yakni G3 dan G3+. Dari segi tampilan, varian G3 itu memiliki velg berukuran 19 inch, sedangkan G3+ dibekali ukuran 20 inch.
Kemudian, trim tertinggi sudah dibekali dengan panoramic sunroof. Perbedaan lainnya adalah waktu pengisian ulang. Polytron G3 dan G3+ disebut sama-sama bisa memakan waktu < (kurang dari) 35 menit dari 20 ke 70 persen menggunakan arus DC. Hanya saja saat pengisian ulang arus AC perlu memakan waktu < 3,5 jam untuk varian G3+ sedangkan G3 perlu waktu lebih lama lagi.
Nah, pada varian Polytron G3+ ini dibekali konektivitas smartphone; Polytron EV 4W yang bisa mengetahui status baterai, remote start/stop, find my car, air condition control, remote door lock/unlock, dan seat preset.
Simak Video "Video Akhirnya BYD Produksi Mobil di Subang "
(dry/rgr)