Mobil Polytron Lebih Laku dari Merek Jepang, Ini Buktinya

Mobil Polytron Lebih Laku dari Merek Jepang, Ini Buktinya

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 23 Mar 2026 10:31 WIB
Polytron G3
Polytron G3 Foto: Ridwan Arifin
Jakarta -

Polytron menjadi merek lokal yang mencoba peruntungan di segmen mobil listrik. Well, performa penjualannya lebih baik dari merek-merek Jepang yang ikut memasarkan mobil listrik.

Melirik data wholesales (distribusi pabrik ke dealer), Polytron sudah mengirim 140 unit pada Januari hingga Februari 2026. Bila dirinci, sebanyak 82 unit per Januari dan 58 unit pada Februari. Polytron hanya menjual satu model yang tersedia dalam dua varian, yakni G3 dan G3+.

Penjualan Polytron masih unggul dari merek-merek Jepang yang memasarkan mobil listrik di Indonesia. Misalnya Mitsubishi Motors lewat L100 dan MiEV, tidak satupun ada distribusi pada Januari-Februari 2026. Kemudian bZ4X cuma terdistribusi sebanyak 16 unit pada periode yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mobil listrik Polytron itu merupakan hasil kerja sama dengan Skyworth K EV. Sebagai pendatang baru, tentu bukan hal mudah bagi Polytron menantang deretan merek yang sudah lebih eksis.

ADVERTISEMENT

Polytron menghuni posisi ke-29 pada dua bulan pertama 2026. Secara wholesales, distribusinya pada Januari-Februari itu baru menyentuh 140 unit. Pangsa pasarnya 0,1 persen. Artinya dari total penjualan wholesales 147.631 unit, 0,1 persennya adalah merek Polytron.

Kalau dibagi lagi khusus penjualan mobil listrik. Total mobil listrik pada dua bulan pertama 2026 sudah mencapai 22.508 unit, artinya Polytron mengambil pangsa pasar sebesar 0,62 persen.

BYD Atto 1 menjadi bintang utama bulan Februari 2026. Mobil besutan pabrikan asal Shenzhen, China, ini berhasil terdistribusi sebanyak 3.700 unit.

Di posisi kedua hadir Jaecoo J5. Meski terhitung pemain baru, Jaecoo langsung 'ngegas' ke posisi kedua dengan torehan 2.926 unit.

Wuling Darion EV menunjukkan tajinya dengan melengkapi tiga besar. MPV listrik ini terdistribusi sebanyak 1.019 unit.

Masuknya nama-nama seperti Geely EX2 dan EX5, dan Denza D9 di posisi 10 besar menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mulai memiliki variasi pilihan yang sangat luas, mulai dari compact SUV hingga MPV luxury.

Geely EX2 menempati urutan keempat dengan torehan 776 unit. Melengkapi lima besar, barulah muncul BYD M6 dengan berhasil membukukan sebanyak 523 unit. Sementara itu, Denza D9 harus mengisi pos ke-10 dengan torehan penjualan 270 unit.




(riar/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads