Sebuah mobil SUV plug-in hybrid (PHEV) Lynk & Co 900 terbakar di tepi jalan di Hangzhou, China baru-baru ini. Dealer lokal mengklaim kebakaran terjadi karena powerbank.
Dikutip media lokal Carnewschina, dealer lokal merek tersebut menepis spekulasi bahwa SUV plug-in hybrid itu mengalami kebakaran akibat baterai tegangan tinggi. Pihak dealer menyatakan bahwa sebuah powerbank milik konsumen dilaporkan terjatuh dan tertendang ke bawah mobil sebelum api berkobar. Meski begitu, penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan pemadam kebakaran setempat.
Insiden tersebut terjadi di sebuah kawasan komersial di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, pada tanggal 9 September 2026 sekitar pukul 16.06. Rekaman video dari saksi mata memperlihatkan kepulan asap dan kobaran api di bagian bawah SUV yang sedang terparkir sebelum petugas pemadam kebakaran memadamkan api tersebut. Rekaman itu tidak menunjukkan secara pasti apakah baterai kendaraan terlibat dalam insiden tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dealer Hangzhou Lingyue Lynk & Co Centre mengeluarkan pernyataan resmi. Menurut pihak dealer, pemilik kendaraan mengatakan bahwa seorang pejalan kaki menjatuhkan powerbank, yang kemudian tertendang ke bawah SUV sebelum akhirnya terbakar. Dealer membantah bahwa baterai tegangan tinggi kendaraan tersebut menjadi sumber api. Dealer itu menyatakan bahwa kesimpulan akhir akan bergantung pada Sertifikat Resmi Insiden Kebakaran.
"Menurut pemilik mobil,kebakaran disebabkan oleh powerbank yang terbakar secara spontan. Powerbank tersebut terjatuh dan terbentur ke bawah mobil, dan api tidak berasal dari baterai kendaraan atau kendaraan itu sendiri. Setelah kejadian, pemilik mobil segera melaporkannya ke dinas pemadam kebakaran dan instansi terkait lainnya. Lokasi kejadian telah diamankan sesuai prosedur. Kesimpulan akhir akan didasarkan pada laporan dinas pemadam kebakaran," demikian pernyataan resmi dealer itu.
"Klaim yang beredar online mengenai 'Lynk & Co 900 terbakar secara spontan' tidak sesuai dengan situasi sebenarnya di tempat kejadian. Kami mendesak semua netizen untuk menghormati fakta dan mengandalkan kesimpulan dari dinas pemadam kebakaran dan pihak berwenang, serta tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi. Dealer kami berhak untuk mengambil tindakan hukum terhadap mereka yang dengan sengaja membuat atau menyebarkan rumor palsu," ujarnya.










































