Mobil Listrik Makin Banyak Meluncur, Kualitas Baterai Jadi Sorotan

Mobil Listrik Makin Banyak Meluncur, Kualitas Baterai Jadi Sorotan

Dina Rayanti - detikOto
Minggu, 06 Sep 2026 12:17 WIB
Baterai Mobil Listrik.
Ilustrasi baterai mobil listrik. Foto: Doc. Asean Briefing
Jakarta -

Persaingan mobil listrik di China makin ketat. Bahkan dalam sehari, nyaris ada tiga mobil listrik baru meluncur. Kualitas baterai jadi sorotan tersendiri.

Perkembangan mobil listrik di Negeri Tirai Bambu sangat masif. Hal ini juga membuat harga jualnya makin kompetitif. Di sisi lain, kualitas baterainya jadi sorotan. Ketua Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) Robin Zeng mengungkap, ada lebih dari 600 model baru meluncur di China sepanjang tahun 2026. Itu artinya hampir ada tiga mobil listrik baru diluncurkan setiap hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zeng mengungkap, hal ini memicu kegagalan pada beberapa daya produk baterai. Namun Zeng tak menyebutkan secara rinci pemasok baterai yang dimaksud. Pernyataan itu muncul di tengah perang harga yang terus berlanjut di pasar kendaraan listrik di China.

Diberitakan Car News China, dari data industri yang dikutip dalam laporan terbaru menunjukkan bahwa adanya penurunan harga yang berlaku pada beberapa model selama paruh pertama tahun 2026. Kemudian harga sel baterai lithium iron phosphate (LFP) dilaporkan di bawah 0,35 yuan per Wh. Tren penurunan ini merupakan tantangan yang tengah dihadapi produsen mobil sekaligus pemasok.

ADVERTISEMENT

Zeng menyorot soal siklus perkembangan kendaraan yang singkat, masih menyisakan waktu yang cukup bagi produsen untuk mengidentifikasi cacat baterai sebelum produk masuk tahap produksi massal.

China juga sebelumnya pernah mengalami kasus terkait kualitas baterai. Pada kasus sebelumnya itu, produsen mobil dan pemasok baterai ikut terlibat. Pada Desember 2025, Viridi E-Mobility Technology yang merupakan anak perusahaan Geely, menggugat produsen baterai Sunwoda. Baterai itu dituduh cacat kualitas pada sel baterai yang dipasok pada periode Juni 2021-Desember 2023. Sunwoda dituntut ganti rugi sebesar 2,31 miliar yuan. Sengketa tersebut kemudian berhasil diselesaikan karena Sunwoda setuju membayar 608 juta yuan setelah memperhitungkan jumlah yang telah ditanggung sebelumnya.

Kasus lainnya dilaporkan ada permasalahan baterai yang melibatkan sel-sel CALB dan berdampak pada 213.000 unit mobil GAC AION. Baterai dikeluhkan menggelembung, kehilangan daya, dan kegagalan lainnya. Kasus ini dikenali dengan 'baterai pisang' karena beberapa sel yang terkena dampak dilaporkan berubah bentuk menjadi melengkung. CALB kemudian mengumumkan reformasi kualitas baterai dan langkah-langkah inspeksi.

Namun, Zeng mengungkap bahwa permasalahan baterai pada kasus sebelumnya belum dapat dipastikan berkaitan dengan siklus peluncuran mobil listrik yang cepat.



(dry/rgr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads