Presiden AS Donald Trump menyinggung para pengendara mobil listrik punya 'penyakit'. Penyakit yang dimaksud berkaitan dengan kekhawatiran jarak tempuh.
Mobil listrik jadi opsi baru buat para pengendara. Tapi tidak semua pengendara tampaknya cocok menggunakan mobil listrik. Khususnya bila tinggal di daerah yang masih minim infrastruktur pengecasan. Sebab, pengendara bakal dihantui rasa khawatir akan jarak tempuh.
Hal ini rupanya jadi perhatian Presiden AS Donald Trump. Dia bahkan menyinggung kekhawatiran akan jarak tempuh dan menyebutnya sebagai 'penyakit'.
Berbicara di Red Rock Resort, Trump mengklaim bahwa ia telah mengakhiri mandat mobil listrik sekaligus menyiratkan bahwa pemimpin sebelumnya sempat meminta semua orang beralih ke mobil listrik dalam waktu yang singkat. Situasi ini berbeda dengan era Trump, di mana mobil listrik tak lagi mendapat keistimewaan sebagaimana pada era Joe Biden.
Trump bilang, pengendara mobil listrik mulai khawatir mencari tempat pengisian daya saat baterai bahkan masih 3/4 penuh dan menyebut mereka 'gila'.
Trump juga mengatakan bahwa saat ini mobil listrik hanya menyumbang 7 persen dari total penjualan di AS. Perkiraan terbaru dari Kelley Blue Book tercatat pada kuartal kedua penjualan hanya menyentuh 5,8 persen. Permintaan mobil listrik memang tengah merosot setelah mencapai puncak tahun 2025. Penurunan ini salah satunya tak lepas dari keputusan Trump untuk menghentikan kredit pajak federal sebesar USD 7.500 untuk mobil listrik.
Di lain sisi, infrastruktur pengecasan di AS terbilang masih belum memadai, khususnya di luar wilayah metropolitan dan beberapa jaringan jalan desa. Mereka yang tidak bisa mengecas di rumah memiliki pengalaman berbeda dengan pengemudi mobil listrik yang ngecas tiap malam. Untuk berjelajah jarak jauh saat menggunakan mobil listrik tentu dibutuhkan perencanaan yang matang agar bisa menempatkan titik-titik pengecasan.
Simak Video "iCar V27: SUV Offroad Bisa Buat Jaga Marwah Daerah"
(dry/rgr)