Pabrik di Subang Sempat Ngebul Kebakaran, BYD: Ada Keteledoran

Pabrik di Subang Sempat Ngebul Kebakaran, BYD: Ada Keteledoran

Ridwan Arifin - detikOto
Sabtu, 13 Jun 2026 14:16 WIB
The logo of the BYD Auto company is seen on a BYD HAN electric vehicle during a BYD store opening at the car dealership Sternauto in Berlin, Germany January 31, 2024.  REUTERS/Annegret Hilse
BYD. Foto: REUTERS/ANNEGRET HILSE
Jakarta -

Fasilitas perakitan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, sempat mengalami insiden kebakaran yang memicu kepulan asap tebal. Pihak BYD Motor Indonesia menyatakan peristiwa dipicu adanya keteledoran atau kelalaian yang dilakukan oleh pihak kontraktor di area proyek.

"Itu insiden kecil, memang ada sedikit keteledoran dari pihak kontraktor, dan saya sampaikan itu oknum. Sehingga ada bagian kecil posisi atap itu yang terbakar, sehingga secara dampaknya menyebabkan, karena material tertentu asap yang cukup tebal, tapi setelah pemadaman secara mandiri dan ada fasilitas pemadaman juga, hanya dalam waktu 10 menit sudah padam," ujar Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan saat ditemui di sela-sela peluncuran BYD M6 DM di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terlihat asapnya ngebul karena material yang terbakar berbahan plastik dan karet," tambahnya.

Luther juga menegaskan operasional pabrik, termasuk persiapan produksi massal, sama sekali tidak mengalami kendala atau penundaan akibat insiden di area atap tersebut.

ADVERTISEMENT

"Sama sekali tidak, tetap berjalan, termasuk dari sisi persiapan finalisasi dan kemudian proses commissioning," ucap Luther.

Bahkan, ia menyebutkan beberapa unit mobil yang keluar dari fasilitas tersebut kini sudah mulai digunakan untuk keperluan test drive. "Dan seperti kalian lihat ada beberapa kendaraan yang digunakan test drive sudah menggunakan kendaraan yang diproduksi di fasilitas tersebut," jelasnya.

Ketika disinggung mengenai kehadiran lini terbaru, BYD M6 DM (Dual Mode), yang digadang-gadang menjadi salah satu produk rakitan lokal, Luther memberikan sinyal kuat meskipun belum mau berbicara secara gamblang mengenai status resminya.

"Seharusnya, saya tidak bicara official ya saat ini. Harusnya iya (sudah diproduksi lokal). Tentunya M6 DM ini secara khusus dipersiapkan untuk Indonesia, disiapkan dan dilengkapi dan komponen-komponen yang diproduksi di Indonesia," ungkap Luther.

"Secara teknis belum bisa saya sampaikan, namun saya sampaikan bahwa ini (BYD M6 DM) kendaraan yang memang dipersiapkan untuk konsumen di Indonesia," pungkasnya.

Pabrik BYD yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun. Fasilitas tersebut juga menjadi bagian penting dari komitmen BYD untuk memproduksi mobil listrik secara lokal di Indonesia.




(riar/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads