Mobil BYD Makin Laris di Jepang

Mobil BYD Makin Laris di Jepang

Dina Rayanti - detikOto
Minggu, 19 Apr 2026 19:25 WIB
The logo of the BYD Auto company is seen on a BYD HAN electric vehicle during a BYD store opening at the car dealership Sternauto in Berlin, Germany January 31, 2024.  REUTERS/Annegret Hilse
Mobil BYD. Foto: REUTERS/ANNEGRET HILSE
Jakarta -

Penjualan BYD di China nyaris naik dua kali lipat di Jepang. BYD menargetkan bisa menjual 10.000 unit mobil listrik di Negeri Sakura tahun ini.

Mobil BYD kian diminati di Jepang. Penjualan mobil BYD sepanjang Maret 2026 di Jepang naik nyaris dua kali lipat. Berdasarkan data yang dirilis Japan Automobile Importers Association (JAIA), BYD mendaftarkan 625 unit mobil di Jepang pada Maret tahun 2026. Jumlahnya naik 91,1 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Maret 2025, merek asal Shenzhen itu mengirimkan 327 unit mobil ke warga Jepang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Car News China melaporkan, kalau dihitung secara keseluruhan, distribusi selama kuartal 1 tahun 2026 tembus 1.142 unit, naik lebih dari 100 persen. Meski mengalami pertumbuhan yang signifikan, BYD masih terhitung sebagai pemain kecil di pasar otomotif Jepang.

Sebagai catatan, sepanjang Maret 2026 penjualan mobil di Jepang tembus 407.564 unit. Khusus pangsa pasar energi baru mencapai 4,15 persen. Total ada 16.924 unit mobil listrik dan mobil PHEV terjual di Jepang bulan lalu, pangsa pasar BYD hanya sekitar 3,7 persen.

ADVERTISEMENT

Di sana, BYD juga tengah menghadapi tantangan akibat ada penyesuaian kebijakan subsidi kendaraan listrik baru-baru ini. Besaran subsidi per kendaraan dari sebelumnya tembus 400.000 yen, kini hanya 150.000 yen. Ini membuat BYD sedikit kesulitan untuk mendongkrak penjualan di Jepang. Meski begitu, BYD masih punya ruang untuk terus berkembang di sana. BYD juga menargetkan bisa menjual 10.000 unit per tahun, terlepas dari berbagai kesulitan yang dihadapi.

Di sisi lain, ekspor menjadi prioritas utama bagi BYD karena perusahaan ini tengah menghadapi persaingan ketat di pasar domestik seiring dengan penghapusan subsidi di China. Menurut China EV DataTracker, BYD menjual 688.939 unit mobil secara global, sementara di pasar domestik mencapai 303.150 unit. Itu artinya, penjualan BYD di luar China justru menyumbang lebih dari 50 persen dari total penjualan. Itulah, mengapa pasar global juga jadi perhatian khusus bagi BYD.

Adapun di Jepang BYD saat ini menjual lima model yang terdiri dari Sealion 7, Atto 3, Dolphin, Seal, dan Sealion 7. Empat di antaranya merupakan mobil listrik, sementara satu sisanya merupakan PHEV. Tahun ini, BYD tampaknya akan menambah lini produknya melalui peluncuran kei car listrik Racco dengan taksiran harga Rp 270 jutaan.




(dry/rgr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads