Honda CR-V generasi keenam baru saja melakoni uji tabrak ASEAN NCAP. Apa hasil dari uji tabrak tersebut?
Untuk keempat kalinya, Honda CR-V menjalani uji tabrak yang dilakukan New Car Assessment Program (NCAP) untuk mobil di kawasan ASEAN. Honda CR-V yang diuji tabrak itu merupakan generasi keenam atau versi teranyar.
Dalam laporannya, Honda CR-V yang diuji tabrak itu merupakan varian EL 4WD yang dijual di Thailand, namun juga berlaku untuk Indonesia. Dari hasil pengujian itu, Honda CR-V kembali mendapatkan lima bintang dan skor 87,16 poin. Honda CR-V mencatatkan skor bagus untuk perlindungan orang dewasa sebesar 39,31 poin, perlindungan anak 17,97 poin, 18,57 poin untuk fitur keselamatan, dan 11,32 poin dalam perlindungan terhadap pengguna sepeda motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlu diketahui, Honda CR-V memang dilengkapi berbagai fitur keselamatan sebagai standar seperti delapan airbag, Electronic Stability Control (ESC), Anti-lock Braking System (ABS), Seatbelt Reminder System (SBR) for frontal and rear seats occupants, Autonomous Emergency Braking (AEB) City, AEB Inter-Urban, AEB Pedestrian, Auto High Beam (AHB), Pedestrian Protection technology and Child Presence Detection (CPD) untuk semua varian.
Da juga fitur keselamatan yang lebih canggih seperti Forward Collision Warning (FCW), Lane Departure Warning (LDW), Lane Keep Assist (LKA), Driver Attention Monitor (DAM), Blind Spot Visualization (BSV) di sisi penumpang, FCW untuk Motorcycle and AEB untuk motor.
"ASEAN NCAP senang bahwa CR-V konsisten menambahkan fitur keselamatan bagi konsumen. Hal ini semakin diperkuat dengan terseduanya fitur keselamatan yang ditawarkan di negara kawasan ASEAN baik sebagai perlengkapan standar maupun opsional," terang ASEAN NCAP dalam keterangan resminya.
"Selain memiliki teknologi keselamatan untuk melindungi penumpang, CR-V juga menawarkan teknologi yang dapat mencegah terjadinya tabrakan dengan pengendara sepeda motor. ASEAN NCAP mengucapkan selamat kepada Honda atas komitmen berkelanjutan mereka dalam menawarkan teknologi keselamatan terbaik kepada konsumen di Asia Tenggara," lanjut ASEAN NCAP.
(dry/din)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas