Melirik Harga Mobil Bekas Merek China, Turun Berapa ?

ADVERTISEMENT

Melirik Harga Mobil Bekas Merek China, Turun Berapa ?

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 20 Des 2022 11:05 WIB
Penjualan mobil terus tumbuh seiring dengan meningkatnya perekonomian Indonesia Hal ini juga berlaku untuk penjualan mobil bekas.
Ilustrasi penjualan mobil bekas. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Resale value atau harga jual kembali adalah salah satu faktor utama yang jadi pertimbangan masyarakat Indonesia ketika ingin membeli mobil baru. Mobil-mobil Jepang yang sudah lama di industri otomotif Indonesia, tentu memiliki resale value yang tinggi. Bagaimana dengan mobil-mobil China yang baru seumur jagung di Indonesia?

CEO Carsome Indonesia, Andrew Mawikere, mengatakan, mobil Cina mulai bisa diterima oleh masyarakat Indonesia. Menurut Andrew, mobil Cina menawarkan sangat banyak keunggulan, sehingga lebih value for money dari merek-merek mobil buatan Jepang.

"Saya melihat suatu tren, mulai banyak orang beli mobil China, baik itu kondisi baru, atau bekas. Karena kalau dibandingkan dengan spesifikasi yang sama dengan merek dari Jepang, harga mobil China lebih murah, lebih affordable," kata Andrew dalam wawancara eksklusif secara virtual, Jumat (16/12/2022).

Lanjut Andrew menambahkan, saat ini ada dua model mobil Cina yang jadi incaran konsumen di pasar mobil bekas, di mana kedua-duanya merupakan mobil besutan Wuling, yakni Almaz dan Cortez. Selain karena memiliki value for money, layanan purna jual yang terjamin juga membuat harga bekas mobil-mobil buatan Cina tetap tinggi.

"(Untuk depresiasi harga mobil bekas China) menurut saya masih rasional, dan malah improving, kenapa? Karena sekarang kan APM-APM dari China ini kan udah mulai banyak, dan layanan purnajual mereka banyak juga, sehingga ini mendukung perbedaan antara mobil baru dan mobil bekasnya. Jadi semakin membaik saat APM mereka berada di Indonesia secara official dan mulai masuk ke purnajual," sambung Andrew.

Meski begitu, Andrew tak menampik bahwa merek Jepang masih terlalu kuat di Indonesia. Selain itu, merek mobil Korea Selatan juga mulai unjuk gigi di pasar mobil bekas.

Secara umum, depresiasi atau penyusutan harga jual mobil biasanya akan berada di angka 10%-20%. Pada tahun kedua, penyusutannya berkisar 8%-10%. Semakin mobil tersebut tua usianya, maka depresiasinya akan semakin mengecil.

Selain faktor usia, depresiasi harga jual kembali mobil juga dipengaruhi beberapa faktor, seperti merek, warna, kondisi mobil, juga termasuk demand atau permintaan pasar dari merek mobil tersebut.



Simak Video "Harga Mobil China Bekas Anjlok, Emang Iya?"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT