BMW Sarankan Kurangi Beli Mobil Baru, Mending 'Sulap' Mobil yang Ada

ADVERTISEMENT

BMW Sarankan Kurangi Beli Mobil Baru, Mending 'Sulap' Mobil yang Ada

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 02 Des 2022 08:15 WIB
Logo BMW
BMW. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Setiap produsen mobil tampaknya mulai fokus dengan keberlanjutan dan pelestarian lingkungan di masa depan. BMW merupakan salah satunya. Agar hal itu bisa terwujud, BMW mendorong agar pemilik kendaraan tetap menggunakan mobil yang ada daripada membeli yang baru.

Diberitakan Autoexpress, Head of Sustainability BMW Monika Dernai mengatakan bahwa setiap pemilik kendaraan harus mulai memikirkan bagaimana cara memperpanjang umur mobil yang sudah dimiliki, ketimbang membeli model baru.

Cara itu dilakukan untuk mengurangi limbah dan dampak signifikan kendaraan terhadap lingkungan. Dernai juga membeberkan cara agar usia mobil bisa lebih tahan lama.

"Kita harus mulai memikirkan bagaimana cara memperpanjang umur mobil daripada menjual mobil ke pasar mobil bekas. Rawat mobil yang ada dan panjangkanlah umurnya," kata Dernai.

Daripada mengganti mobil yang ada, Dernai justru menyarankan agar pemilik bisa memoles kendaraan dengan mengganti beberapa komponen sehingga terlihat baru lagi.

Sayangnya, hal itu membutuhkan waktu karena untuk melakukannya kata Dernai butuh keahlian khusus. Cara itu dipercaya bisa membuat umur mobil lebih panjang di sisi lain membuka lahan bisnis baru.

"Kita juga membutuhkan keahlian di pasar aftermarket dan tentunya desain. Dengan begitu, joknya bisa dilepas dan diganti dengan model baru, kalau begitu kan mobil lama jadi terlihat seperti baru. Pemiliknya masih sama dan tidak membeli mobil baru, tapi kami memiliki bisnis model seperti BMW dan seluruh masyarakat bisa memanfaatkannya," tambah Dernai.

Kendati demikian Dernai tak menampik kebutuhan mobil masih akan ada ke depannya. Menurutnya, dalam industri mobil itu ada yang perlu sedikit diubah supaya keberlanjutan di masa depan bisa terwujud.

"Bisakah kita benar-benar membuat orang seluruhnya pindah menggunakan transportasi umum? Saya pikir jawabannya tidak. Kamu mungkin khawatir dengan transportasi di Inggris, tapi kalau dilihat di AS terlihat lebih sepi. Jadi saya pikir pasar mobil di masa depan akan masih ada," pungkasnya.



Simak Video "Setelah 21 Tahun Hadir di Indonesia, BMW Pecahkan Rekor Penjualan"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT