Suzuki S-Presso perdana meluncur pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Agustus 2022. Namun baru beberapa bulan usai peluncuran, penjualan S-Presso justru terlihat merosot. Dalam data distribusi wholesales yang dirilis Gaikindo, pada November 2022 hanya ada 3 unit S-Presso yang dikirim dari pabrik ke dealer-dealer Suzuki seluruh Indonesia.
Angka itu menurun cukup drastis jika dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Pada Juli, sebagai awalan distribusi S-Presso berada di angka 578 unit. Berlanjut pada Agustus meningkat menjadi 754 unit. Baru setelahnya penurunan demi penurunan terjadi. Berikut rekapan penjualan S-Presso dari Juli sampai November:
- Juli: 578
- Agustus: 754
- September: 668
- Oktober: 295 unit
- November: 3 unit
S-Presso merupakan salah satu mobil dengan harga terjangkau yang dijual Suzuki. Kendati demikian, dengan banderol mulai Rp 155 jutaan rival S-Presso cukup berat. Meski bukan di segmen LCGC, nyatanya S-Presso harus menghadapi rival berat di segmen tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suzuki mendatangkan S-Presso langsung dari India. Maklum, India merupakan salah satu pusat produksi Suzuki yang mampu menyediakan permintaan besar dari pasar global, salah satunya Indonesia. Selain itu, produk-produk yang mereka hasilkan juga diklaim punya kualitas mumpuni.
Spesifikasi Suzuki S-Presso
Suzuki S-Presso memiliki panjang 3.565 mm, lebar 1.520 mm, tinggi 1.565 mm, jarak sumbu roda 2.380 mm. Sedangkan ground clearance atau jarak terendah ke tanah 180 mm.
Di balik bonetnya, S-Presso dibekali mesin bensin K-Series K10B DOHC 1 liter tiga silinder. S-Presso terbaru bisa menghasilkan tenaga puncak 50 kW pada 5.500 rpm dan torsi 90 Nm pada 3.500 rpm. Mesin itu dipadukan dengan transmisi otomatis AGS dan manual 5-percepatan. Dari fitur keselamatan, S-Presso dibekali SRS Front Dual Airbags, Rear Parking Sensor, Immobilizer, ABS (Anti-lock Braking System), Seatbelts, Childproof Rear Door Locks, 3 Point Assist Grip, dan Alat Pemadam Api Ringan.
(dry/din)











































Komentar Terbanyak
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan
Segini Hematnya Pakai Motor Listrik, Bisa Nabung Belasan Juta Rupiah!
QR Code Pertalite Kendaraan Nunggak Pajak Disarankan Dihapus