Ludes Terjual! Kenapa Wuling Air ev Bekas KTT G20 Jadi Incaran?

ADVERTISEMENT

Ludes Terjual! Kenapa Wuling Air ev Bekas KTT G20 Jadi Incaran?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 06 Des 2022 07:06 WIB
Mobil Listrik Wuling Air ev untuk KTT G20 Bali
Mobil Listrik Wuling Air ev untuk KTT G20 Bali (Foto: dok. Wuling)
Jakarta -

Mobil listrik Wuling Air ev bekas KTT G20 dijual lebih murah. Kini, unit Wuling Air ev bekas KTT G20 itu sudah terjual habis.

Wuling mengerahkan 300 unit mobil listrik Wuling Air ev di KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022 lalu. Itu terdiri dari 216 unit tipe Long Range dan 84 unit tipe Standar Range.

Menurut Brand & Marketing Director Wuling Motors Dian Asmahani, semua mobil listrik Wuling bekas KTT G20 itu sudah laku. "(Wuling Air ev bekas KTT G20) Sudah habis," kata Dian kepada detikcom, Senin (5/12/2022).

Adapun alasan mobil listrik bekas KTT G20 ini laku karena harga yang ditawarkan lebih murah. Wuling Air ev bekas KTT G20 ini pun dijual lebih murah. Diskonnya hampir Rp 20 juta dari harga normal.

"Untuk unit Air ev bekas G20 ada potongan harga sampai Rp 18 jutaan," kata seorang tenaga penjual Wuling kepada detikcom, Kamis (24/11/2022).

Selain itu, Wuling Air ev bekas KTT G20 juga serasa baru. Sebab, mobil ini baru dipakai dua hari di KTT G20 dan konsumen yang membeli unit bekas KTT G20 ini menjadi tangan pertama di surat-suratnya. Garansi pun seperti unit baru.

Alasan lainnya adalah karena dengan membeli unit Wuling Air ev bekas KTT G20, konsumen jadi tak perlu menunggu lama lagi sampai mobil listrik pesanannya dikirim ke rumah.

"Ada juga karena memang ini unit G20 kan juga spesial juga dengan sticker livery," ujar Dian.

Seperti diketahui Wuling memasang livery khusus untuk menegaskan keikutsertaan mobil listrik pertama Wuling ini dalam mendukung mobilitas ramah lingkungan di ajang KTT G20 Bali. Terdapat dua sentuhan bernuansa Indonesia yang kental dan punya makna tersendiri.

Desain pertama untuk stiker yang melekat sebagai identitas Official Car Partner KTT G20 pada Air ev diambil dari gaya batik Megamendung. Pola kerajinan batik yang berasal dari Cirebon ini dipadankan dengan sentuhan spektrum warna merah dan oranye pada bagian body mobil serta beberapa pola awan di bagian depan.

Filosofi di balik motif awan ini adalah kebebasan, bersahabat, dan ketenangan. Hal tersebut sejalan dengan makna dari nama Air ev yang diambil dari bahasa Inggris bermakna udara yang bergerak bebas.

Selain motif batik Megamendung, Wuling Air ev, tampak dari siluet beberapa bangunan ikonik di Tanah Air seperti Monumen Nasional (Monas), kompleks Candi Prambanan, hingga Pura Penataran Agung Lempuyang. Hal ini melambangkan keberagaman yang bersatu. Selain itu, terdapat juga tulisan 'Shaping Clean Tomorrow' sebagai semangat menuju masa depan yang lebih bersih.



Simak Video "Sikat! Wuling Air ev Bekas KTT G20 Dijual Lebih Murah"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT