Kenapa Sih Orang Indonesia Suka Banget Mobil MPV?

ADVERTISEMENT

Kenapa Sih Orang Indonesia Suka Banget Mobil MPV?

Dina Rayanti - detikOto
Kamis, 20 Okt 2022 12:17 WIB
Harga mobil LCGC atau mobil murah bakal naik karena kena pajak 3%. Meski tak signifikan harga mobil LCGC akan semakin nyerempet dengan Low MPV.
Deretan mobil Low MPV. (Foto: Dok)
Jakarta -

Bukan rahasia lagi kalau mobil-mobil di segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) sangat digemari orang Indonesia. Kalau diperhatikan di jalanan, dominasi mobil MPV cukup besar. Modelnya beragam, ada yang LCGC MPV, Low MPV, Medium MPV, hingga kalangan berduit juga memilih High MPV sebagai tunggangannya.

Tak heran memang kalau hal tersebut membuat para pabrikan baik itu Jepang, China, hingga Korea Selatan pun berkecimpung di pasar MPV. Padahal kalau bicara model, MPV bukan satu-satunya yang disajikan. Ada SUV, sedan, hingga hatchback yang ditawarkan. Tapi lagi-lagi, pilihannya jatuh ke MPV.

Sebagai gambaran, dalam daftar 10 mobil terlaris di Indonesia 6 di antaranya merupakan model MPV. Modelnya antara lain Toyota Avanza, Kijang Innova, Toyota Calya, Daihatsu Sigra, hingga Mitsubishi Xpander. Tapi apa kira-kira yang membuat orang Indonesia jatuh cinta dengan mobil MPV?

"Yang terkenal di negara kita adalah MPV, itu sudah tidak perlu didiskusikan, no doubt about that. Tapi kita mesti tahu kenapa konsumen kita memilih MPV? Karena dibentuk pada saat itu, enggak ada pilihan lain," kata Pengamat Otomotif Bebin Djuana disela-sela diskusi Media Test Drive Chery, Hotel Hilton Bandung, Rabu (19/10/2022) malam.

Bebin lebih lanjut menjelaskan bahwa MPV menjadi anak emas. Dari sisi pajak juga mendapat 'karpet merah'. Sekalipun memiliki kapasitas mesin sama dengan model lain, nyatanya pajak MPV masih lebih ringan. Sekadar mengingatkan, sebelum pemerintah menerapkan PPnBM berdasarkan emisi dan konsumsi BBM PPnBM MPV berada di kisaran 10% sedangkan sedan dengan mesin sama pajaknya mencapai 30%.

Tapi kini hal itu tak lagi diterapkan. Baik itu MPV ataupun sedan bisa memiliki besaran PPnBM sama asalkan hasil emisi dan konsumsi BBM-nya juga sama. Diharapkan juga penerapan pajak berdasarkan emisi itu bisa kembali menggairahkan segmen lain, termasuk sedan.

"Seluruh dunia yang namanya kendaraan yang populer adalah sedan tapi sedan di negara kita itu seolah-olah seperti dimusuhi, diberi beban pajak yang mahal dan seterusnya, seterusnya. Yang diberi angin yang menjadi anak emas adalah MPV so publik milihnya MPV," pungkas Bebin.



Simak Video "Avanza atau Xpander? Ini Raja Mobil MPV Tahun 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT