Kejayaannya Sirna, Sedan Tak Lagi Dipilih Jadi Armada Taksi

ADVERTISEMENT

Kejayaannya Sirna, Sedan Tak Lagi Dipilih Jadi Armada Taksi

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Rabu, 19 Okt 2022 13:46 WIB
Mobil Taksi Toyota Limo.
Mobil taksi sedan Toyota Limo. Foto: Shutterstock.
Jakarta -

Meski ada layanan ride-hailing seperti Gojek dan Grab, namun taksi konvensional masih ada hingga sekarang. Bedanya, jika dulu kendaraan tersebut umumnya berwujud sedan, kini kebanyakan MPV dan LCGC.

Perusahaan taksi terbesar di Indonesia, Blue Bird pernah memborong Toyota Limo sebagai armada taksi mereka. Kendaraan tersebut merupakan Vios versi rendah yang spesifikasinya telah disesuaikan.

Namun, belakangan taksi sedan Blue Bird mulai sulit ditemukan di jalan raya. Kini, yang banyak beredar justru taksi LCGC yang menggunakan Toyota Transmover.

Sebagai salah satu bentuk peremajaan armada, Blue Bird mulai menggunakan mobil Avanza khusus taksi, Transmover. Beberapa mobil sudah terlihat mulai wara-wiri di jalanan.Toyota Transmover jadi armada taksi Blue Bird. Foto: Auto2000

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor atau TAM, Anton Jimmi Suwandy membenarkan, mulai sedikit taksi di Indonesia yang menggunakan mobil sedan. Itulah mengapa, hingga kini, belum ada permintaan Toyota Vios baru sebagai armada taksi di Indonesia.

"Taksi sepanjang komunikasi kami dengan kustomer, sekarang trennya bergerak. Justru bukan di sedan, tapi non sedan. Jadi rasanya saat ini belum ada permintaan khusus Vios (baru) untuk taksi," ujar Anton Jimmi saat menjawab pertanyaan wartawan melalui sambungan virtual, belum lama ini.

Meski permintaan untuk armada taksi belum ada, namun TAM masih melayani permintaan fleet customer untuk Toyota Vios baru. Itulah mengapa, Anton masih yakin, penjualan mobil tersebut akan tetap memuaskan.

"Kalau untuk fleet customer seperti pemerintah tetap ada, tapi kalau untuk taksi sampai saat ini belum ada untuk Vios baru, atau Vios sebelumnya. Karena saat ini beberapa sudah pindah ke non sedan," ungkapnya.

Toyota Vios Baru.Toyota Vios Baru. Foto: TAM.

Diketahui, secara umum peminat mobil sedan di Indonesia memang sangat rendah. Bahkan, bisa dibilang, masa jayanya sudah berakhir. Anton menjelaskan, sepanjang tahun lalu, kendaraan tersebut hanya menyumbang 1 persen dari seluruh penjualan mobil Toyota di dalam negeri.

Penurunan penjualan mobil sedan sudah terlihat sejak satu dekade terakhir. Pada 2013 lalu, kendaraan itu masih menyumbang 4 persen dari seluruh penjualan mobil Toyota di Tanah Air. Namun setelah itu, angkanya tak pernah mencapai 2 persen.

"Tapi kami tetap hadirkan sedan baru. Meski sedikit, tapi peminatnya masih ada," kata Anton.



Simak Video "Langka! BMW M4 CSL Sudah Ludes Diburu 'Sultan' Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(sfn/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT