ADVERTISEMENT

Pembatasan Pertalite dan Kenaikan BBM Ganggu Penjualan Mobil?

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 31 Agu 2022 14:41 WIB
Kebijakan menggunakan MyPertamina untuk beli bensin subsidi mengundang beragam tanggapan. Seperti di Denpasar, warga merasa resah jika kebijakan itu mulai berlaku nantinya, Minggu, 3/7/2022.
Ilustrasi pembelian BBM di SPBU Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali
Jakarta -

Daihatsu masih terus memantau perkembangan kebijakan pembatasan Pertalite serta kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sri Agung Handayani, Marketing Director, dan Corporate Planning & Communication Director Astra Daihatsu Motor (ADM) belum bisa memprediksi bagaimana dampak pembatasan Pertalite terhadap penjualan mobil Daihatsu.

"Karena ini belum full implementasi, kemarin dia juga masih cari pola juga ya. Kita lihat kemarin polanya sempat 1.500 cc ikutan, sekarang 1.500 cc nggak ikutan, di bawah 1.500 sama motor saja ya. Tapi kan sekarang mau masuk komersial dan motor itu juga nggak clear. Kita lihat nanti deh ya implementasinya gimana," kata Sri Agung saat ditemui di Senayan Park, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2022).

Menurutnya pertumbuhan industri otomotif tak hanya dinilai dari kenaikan atau pembatasan jenis BBM tertentu. Kenaikan harga BBM tidak langsung mempengaruhi angka penjualan kendaraan.

"Menurut aku otomotif itu bukan hanya satu dari BBM. Pasti siapa pun yang punya mobil butuh waktu untuk bisa adaptasi dengan ketentuan pemerintah. Tapi ingat pertumbuhan di industri otomotif faktornya banyak, bukan cuma BBM, pertama makro ekonomi akan tumbuh atau tidak," kata Agung.

Posisi dalam hal wacana kenaikan dan pembatasan BBM ini, Daihatsu berada di pihak pemangku kebijakan.

"Yang penting dalam konteks ini Daihatsu mendukung pasti pemerintah sangat komprehensif mengambil kebijakan," kata dia.

Meski demikian, Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation, Hendrayadi Lastiyoso mengatakan realistis dampak penjualan mobil akan terlihat dari daya beli masyarakat setelah kenaikan dan pembatasan BBM diterapkan.

"Tergantung daripada kondisi daya beli masyarakat. Sejauh ini kalau daya beli masyarakat masih bagus. Kita lihat pertumbuhan pasar masih terjadi atau tidak. Kalau pertumbuhan pasar masih terjadi berarti daya beli masyarakat masih bisa mengikuti aturan pemerintah. Begitu jawabannya diplomatis tapi realistis," ujar dia.

Daihatsu belum bisa leha-leha

Di tengah isu kenaikan dan pembatasan BBM, industri otomotif sedang menuju tren positif.

Daihatsu merilis data penjualan retail nasional sepanjang Januari - Juli 2022. Secara persentase, penjualan Daihatsu meningkat sebesar 38 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sepanjang Januari - Juli 2022, Daihatsu sudah mengirimkan mobil dari dealer ke konsumen sebanyak 107.033 unit. Atas hasil tersebut market share Daihatsu juga meningkat jadi 19,6 persen atau naik 2,5 persen dibandingkan year to date Juli 2021.

Secara kumulatif penjualan retail pasar otomotif nasional mencapai 545 ribu unit, atau tumbuh sekitar 20 persen jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 451 ribu unit.

"Target sudah 17 persen. Sekarang mencapai 19 persen dari total market di Indonesia. Masih ada setengah putaran, masih belum bisa berleha-leha," ujar Hendrayadi.



Simak Video "Massa Demo Kenaikan BBM Gelar Orasi di Depan DPRD DIY"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT